Berita Polman

KRONOLOGI Bocah di Desa Kurma Polman Tewas Usai Tenggelam di Irigasi

Peristiwa naas tersebut terjadi saluran irigasi sawah yang berada di belakang pemukiman warga Dusun Kurma.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Polsek Wonomulyo
Suasana rumah duka, seorang bocah yang terseret arus ledeng di Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, Sulbar, Selasa (13/12/2022) tadi malam. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Kronologi seorang bocah bernama Ikbal (5) di Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terjatuh di ledeng dan ditemukan tewas.

Awalnya Ikbal bersama dua orang temanya asyik bermain di pinggir irigasi atau orang lokal sebut ledeng sekitar rumahnya di Desa Kurma Polman pada pukul 16.30 Wita, Selasa (13/12/2022) kemarin sore.

Peristiwa naas tersebut terjadi saluran irigasi sawah yang berada di belakang pemukiman warga Dusun Kurma.

Saat hendak pulang ke rumahnya, warga sekitar menduga bocah tersebut terpeleset ke irigasi ledeng.

Ia pun terseret arus ledeng sejauh 700 meter, menjelang magrib ia ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia.

Hal itu diceritakan kepala Dusun Kurma, Bakri saat dihubungi via telepon, Rabu (14/12/2022).

"Kurang lebih dua jam warga mencarinya karena orang tuanya sudah khawatir, tidak pulang ke rumah setelah bermain di pinggir ledeng," ujar Bakri.

Ia menceritakan, saat itu Ikbal bersama dua orang teman sebayanya asyik bermain di pinggir ledeng.

Setelah hujan turun, kedua temanya tersebut pulang ke rumah dan mengajak Ikbal untuk ikut pulang.

Namun, Ikbal menolak dengan alasan masih mau mencari ikan atau memancing di ledeng.

"Setelah orang tuanya cari, dua anak ini bilang tadi saya tinggal di pinggir ledeng memancing," lanjut Bakri.

Karena merasa panik orang tua Ikbal pun bersama warga segera mencari ke ledeng tempat ia memancing.

Warga pun penutup titik pintu lima saluran irigasi ledeng untuk mempermudah pencarian.

Belum lagi hujan sore itu, membuat ketinggian dan arus air ledeng meningkat.

Bakri memperkirakan selama kurang lebih satu jam lamanya, Ikbal terseret aliran air ledeng.

Ia pun ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa menjelang magrib sekira pukul 17.30 Wita, Selasa (13/12/2022) kemarin.

"Hari ini baru mau dikebumikan, tadi malam sempat ramai di sini, anggota kepolisian juga ada yang datang," sebutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Subsektor Mapilli, Ipda Syahrir Tiro, yang membenarkan kejadian tersebut.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved