Berita Sulbar

Sulbar Terbaik ke-II Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, Hermanto: Ini Pembuktian

Hermanto menambahkan, BI Sulbar bangga dan mengapresiasi Pemprov Sulbar, dan juga seluruh Pemkab se-Sulbar atas pencapaian yang membanggakan tersebut.

Penulis: Zuhaji | Editor: Ilham Mulyawan
ist
Hermanto menambahkan, BI Sulbar bangga dan mengapresiasi Pemprov Sulbar 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memberi penghargaan kepada provinsi Sulawesi Barat, sebagai daerah terbaik ke-II pada ajang penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tingkat Nasional wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI).

"Terbaik ke-2 untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua yang terdiri dari 17 provinsi," terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulbar, Deputi Direktur, Hermanto pada Selasa (6/12/2022).

Hermanto menambahkan, BI Sulbar bangga dan mengapresiasi Pemprov Sulbar, dan juga seluruh Pemkab se-Sulbar atas pencapaian yang membanggakan tersebut.

"Karena aspek yang sangat lengkap. Sulbar sebagai provinsi relatif muda, membuktikan mampu mencapai prestasi tinggi di antara provinsi-provinsi lain yang lebih lama di Kawasan Indonesia Timur yang mencakup Kalimantan-Sulawesi-Maluku-Nusa Tenggara-Papua," tambahnya.

Hal tersebut dicapai karena sinergi kebijakan yang semakin erat antar anggota TP2DD se-Sulbar melalui berbagai program yang dilaksanakan dalam mendukung percepatan dan perluasan digitalisasi oleh Pemda di Sulbar.

Penyampaian penghargaan kategori provinsi, kota, dan kabupaten terbaik dibagi menjadi tiga wilayah yaitu Sumatera, Jawa-Bali, dan KTI, serta satu Bank RKUD terbaik se-nasional.

Berdasarkan konsep perhitungan Championship TP2DD, Sulbar memenuhi kriteria aspek proses 30 persen yang terdiri dari rapat koordinasi hingga rekomendasi/kebijakan/regulasi.

Diikut oleh aspek output, 40 persen melalui program-program unggulan, capaian indeks ETPD, hingga peta jalan TP2DD.

"Dan aspek outcome 30 persen, melalui indikator peningkatan penerimaan pajak dan retibusi daerah non-tunai," paparnya.

Lanjut, Sulbar mengimplementasikan seluruh kriteria yang ditentukan hingga mencapai penilaian aspek terbaik, didukung pula melalui dokumentasi dalam pelaksanaan championship.

Penghargaan yang diterima sejalan dengan perkembangan positif transaksi non-tunai melalui digitalisasi pembayaran di Sulbar.

Secara spasial penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meningkat.

Nominal dan volume transaksi mencapai Rp6 miliar dan 30.069 transaksi atau sebesar 212 persen dan 71 persen year to date (ytd).

"Peningkatan jumlah merchant dan user QRIS masing-masing sebesar 58.354 dan 29.986 pada September tahun 2022," sambung Hermanto.

Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari pengaruh sinergi kebijakan yang semakin erat antar anggota TP2DD se-Sulbar.

Melalui ragam program yang dilaksanakan, mendukung pencapaian serta perluasan elektronifikasi digital di daerah. (*)

Laporan Wartawan Tribunsulbar.com Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved