Berita Sulbar

UMP Sulbar Naik 7,20 Persen, Ketua HIPMI Mamuju Sebut Itu Hal Wajar

Diketahui, kenaikan UMP tersebut berdasarkan keputusan Gubernur Sulbar nomor 188.4/447/Sulbar/XI/2022 tentang UMP Sulbar tahun 2023 nanti.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
ist/Tribun-Sulbar.com
Ketua DPRD Hipmi Mamuju Andi Basok Darul Aksan 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Upah Minimun Provinis (UMP) naik 7,20 persen untuk tahun 2023 mendatang.

Sebelumnya, tahun 2022 UMP Sulbar Rp 2.678.863,10, naik jadi Rp 2.871.794.

Diketahui, kenaikan UMP tersebut berdasarkan keputusan Gubernur Sulbar nomor 188.4/447/Sulbar/XI/2022 tentang UMP Sulbar tahun 2023 nanti.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Mamuju, Andi Baso Darul Aksan.

Andi Baso menyambut baik keputusan dari pemerintah yang telah menaikkan UMP di Sulawesi Barat (Sulbar).

"Kenaikan UMP itu masih wajar dan itu yang mesti menjadi perhatian juga bagi pemerintah daerah," ungkap Andi Baso saat dihubungi Tribun-Sulbar.com, Sabtu (3/12/2022).

Menurutnya, dua tahun yang lalu kenaikan UMP itu masih sangat sedikit karena imbas dari Covid-19.

Sehingga, itu berdampak pada sektor ekonomi yang tidak stabil akibat pandemi.

"Saat ini ekonomi kita sudah mulai berangsur pulih dan saya kira kenaikan UMP ini adalah suatu kewajaran," tuturnya.

Karena itu, kata dia, perusahaan harus tetap mematuhi aturan UMP tersebut demi kesejahtraan para buruh atau pekerja.

"Semoga tidak ada masalah bagi para pekerja baik dari pihak pemberi kerja," ucapnya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah terhadap para pekerja sungguh sangat luar biasa.

"Semoga penetapan UMP ini bisa menjadi semangat bagi para pekerja dan menjadi pemulihan ekonomi kita di daerah khususnya Sulbar," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved