Opini
Refleksi Ekspor dan Impor Sulbar Sepanjang 2022
Indikator yang dirilis ini merupakan hasil kompilasi data transaksi perdagangan antar negara seperti transaksi ekspor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Statistisi-Ahli-Muda-di-BPS-Provinsi-Sulawesi-Barat-Eka-Khaerandy-Oktafianto-SST-MSi.jpg)
Oleh: Eka Khaerandy Oktafianto, S.ST, M.Si
Statistisi Muda Pada Badan Pusat Statistik (BPS) Prov Sulawesi Barat
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat, setiap bulan selalu merilis Berita Resmi Statistik (BRS).
Ada beberapa indikator yang rilis di antaranya adalah mengenai kondisi Perdagangan Luar Negeri Sulawesi Barat.
Indikator yang dirilis ini merupakan hasil kompilasi data transaksi perdagangan antar negara seperti transaksi ekspor.
Data statistik ekspor merupakan data realisasi dari transaksi perdagangan yang bersumber pada dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang disahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC).
Dari informasi yang telah dirilis tersebut, komoditas ekspor Sulawesi Barat sepanjang tahun 2022 (dari awal tahun 2022 hingga Desember 2022 saat ini), seluruhnya berasal dari komoditas Non Migas.
Secara total year on year hingga posisi saat ini (01/12/2022), total ekspor Sulawesi Barat senilai US$ 389,30 juta.
Nilai ini tercatat mengalami penurunan sebesar 23,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 yang tercatat senilai US$ 511,84 juta.
Hal ini dikarenakan transaksi ekspor Sulawesi Barat sempat mengalami “kemacetan” pada triwulan 1 dan triwulan 2 tahun ini karena adanya kebijakan pembatasan ekspor produk olahan sawit dari pemerintah.
Ekspor Sulbar Didominasi Oleh Produk Olahan Kelapa Sawit
Struktur komoditas ekspor Sulawesi Barat sepanjang tahun 2022, dari total ekspor sulbar tersebut ternyata mayoritas (93,57 persen) didominasi oleh ekspor produk olahan dari tanaman kelapa sawit dengan rincian yaitu komoditas RBD Palm Olein, RBD Palm Stearin dan Refined Palm Oil memainkan andil sebesar US$ 350,54 juta (90,05 persen).
Kemudian komoditas Palm Fatty Acid Distillate memainkan andil sebesar US$ 8,19 juta (2,1 persen).
Selain itu, komoditas Palm Kernel Shell yang memberikan andil sebesar US$ 5,53 juta (1,42 persen).
Produk-produk tersebut di ekspor ke negara-negara di Asia seperti China, Jepang, India, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan dan Philipina.
Andil Ekspor Sulbar dari Komoditas Lainnya
Andil ekspor produk lainnya (selain produk hasil olahan sawit) sampai pada kondisi Desember tahun 2022 adalah sebesar 6,43 persen.
Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya dengan andil hanya sebesar 2,09 persen.
Produk lainnya pada tahun 2022 tersebut tersebut diantaranya adalah kakao/coklat dengan nilai sebesar US$ 9,45 juta (2,43 persen), Resin dan Rosin, dan Minyak Turpentine sebesar US$ 19,13 juta (3,70 persen).
Sedangkan sisanya 0,01 persen di sumbang oleh ekspor komoditas lak, getah dan damar senilai US$ 1,12 juta (0,29 persen), serta komoditas lainnya seperti ikan dan udang senilai US$ 12,2 ribu, sabut kelapa senlai US$ 11,02 ribu, sapu lidi senilai US$ 9,2 ribu, barang kiriman senilai US$ 6,9 ribu, dan kopi senilai US$ 1,19 ribu.
Produk-produk tersebut di ekspor ke negara diberbagai belahan benua di dunia seperti China, India, Jepang, Malaysia, Brunei, Pakistan, Arab Saudi, Vietnam, Philipina, Taiwan, USA, Meksiko, Maroko, Belanda, Portugal hingga Russia.
Impor Sulawesi Barat disumbang oleh Sektor Migas
Hingga pada posisi tahun 2022 saat ini, impor Sulawesi Barat mencapai US$ 2,85 juta, meningkat sebesar 67,64 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 1,70 juta.
Komoditas impor tahun 2022 yang ada di Sulawesi barat ini disumbang oleh sektor non migas, yaitu komoditas Bitumen Petroleum, dimana komoditas tersebut adalah bahan baku untuk membuat aspal jalan.
Produk ini di impor dari negara Singapura dan Malayisa. Sedikit berbeda dibandingkan tahun 2021, dimana komoditas impor selain Bitumen Petroleum juga terdapat impor mesin-mesin untuk keperluan industri pengolahan yang di impor dari Malaysia.
Neraca Perdagangan Sulawesi Barat
Neraca perdanganan luar negeri Sulawesi Barat pada tahun 2022 mengalami surplus sebesar US$ 347,69 juta, namun nilai surplus nya mengalami penurunan sebesar 46,72 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dimana neraca perdagangannya surplus US$ 510,14 juta.
Melihat data diatas, memang perekonomian Sulawesi Barat masih sangat bergantung kepada kelapa sawit.
Struktur pertumbuhan ekonomi sulawesi barat pada triwulan 3 tahun 2022 juga didominasi oleh sektor pertanian dan industri (yang didominasi oleh kelapa sawit) yang memberikan kontribusi sebesar 55.3 persen.
Selain itu, subsektor perkebunan juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi dan penghasil devisa.
Peluang ekspor produk lain
Sulawesi Barat sudah bisa menaikkan share ekspor komoditas lain selain produk olahan sawit dari 2,06 persen pada tahun 2021 menjadi 6,43 persen di tahun 2022.
Hal ini menjadi bukti bahwa sulbar sudah bisa mulai mendiversifikasi komoditas ekspornya. Ada banyak komoditas yang bisa diolah dari hasil bumi sulbar untuk menjadi komoditas ekspor.
Sebagai contoh produk olahan dari pohon kelapa (sabut kelapa, minyak kelapa, VCO, arang kelapa, hingga sapu lidi), kemudian komoditas perkebunan dan pertanian lain semisal kakao, kopi, jagung, vanili, nilam, sarang wallet, getah, ikan, udang, kepiting dll.
Petani yang berkerja di komoditas diatas perlu dilakukan pelatihan, pendampingan usaha agar produknya bisa berdaya saing dan dapat bersaing di perdagangan dunia.
Hal ini akan menjadi sebuah alternatif lain untuk mendiversifikasi ekspor Sulawesi barat. (*)