Berita Polman

Warga Balanipa Belum Terima Ganti Rugi Ditabrak Truk Tangki BBM Pertamina

Rincian total kerugian yang dialami kepada pemilik truk PT Kopkar atas nama Heru Pratiknyo (Head Of Operation Elnusa Petrofin),sebesar Rp 50 juta.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hasan Basri
Sebuah truk pengangkut BBM menabrak rumah warga di Kelurahan Balanipa, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Keluarga pemilik rumah yang diseruduk truk tangki pertamina dengan nomor polisi DD 8603 KO beberapa waktu lalu, menagih janji ganti rugi.

Mereka sudah merinci total kerugian yang dialami kepada pemilik truk PT Kopkar atas nama Heru Pratiknyo (Head Of Operation Elnusa Petrofin),sebesar Rp 50 juta.

Namun keluarga sangat menyayangkan karena hingga saat ini janji membayarkan ganti rugi belum ditepati.

"Sampai hari ini proses ganti rugi dampak peristiwa tersebut masih belum menemui titik terang," kata keluarga pemilik rumah, Abdul Azis Ali dalam pesan rilisnya,Senin (28/11/2022).

Ironisnya lagi kata dia, pemilik truk disinyalir ingin mengingkari kesepakatan yang telah mereka buat.

Dalam isi surat permohonan 25 November 2022 tersebut telah disepakati bahwa kerugian ditaksir senilai Rp 50 juta rupiah dan ditandangani oleh saksi kedua belah pihak.

"pada 27 November 2022, pak Heru Pratiknyo memberikan informasi melalui pesan WhatsApp kepada keluarga korban bahwa pihaknya hanya mampu memberikan ganti rugi senilai 15 juta rupiah," pesannya.

Abdul Azis yang juga koordinator Forum Pemuda Balanipa mewakili keluarga mengaku merasa keluarga dipermainkan oleh pemilik truk. 

Pasalnya, pihak dari PT Kopkar atas nama Heru Pratiknyo sendiri yang datang 2 kali ke rumah Korban meminta dibuatkan surat permohonan ganti rugi sebagai bentuk SOP.

"Kami dari pihak keluarga merasa dibodohi dan dipermainkan oleh Pak Heru Pratiknyo tersebut, sehingga kami dengan tegas menolak ganti rugi senilai 15 juta tersebut," tegasnya.

Olehnya itu, keluarga pemilik rumah memberikan waktu selama dua hari mulai hari ini untuk menunggu janji kesepakatan sebelumnya.

Apabila proses ganti rugi tidak diselesaikan. mereka mengancam akan turun ke jalan.

"Kami atas nama keluarga almarhum Nurdin HS dan Aliansi Masyarakat Balanipa akan turun ke jalan menyandra 1 mobil tangki pertamina yang melintas di Jalan Trans Sulawesi sampai ganti ruginya dituntaskan," tegasnya.

Insiden kecelakaan diketahui terjadi Rabu (23/11/2022) sekitar pukul 04.00 Wita dini hari.(san)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved