Berita Sulbar

Pemprov Sulbar Target Inflasi di Mamuju Turun hingga 5 Persen di Akhir Tahun 2022

Penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik mengatakan, Sulbar harus ikut serta dalam gerakan nasional pengendalian inflasi pangan.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Operasi pasar mura untuk menekan laju inflasi di kota Mamuju, Sulbar, digelar bersamaan dengan gerakan menanam pohon mangrove di Pantai Landi Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Senin (28/11/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus berupaya untuk menekan laju inflasi di kota Mamuju turun menjadi lima persen hingga akhir tahun 2022 ini.

Upaya tersebut tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Jokowi, yang memberikan perhatian khusus terhadap laju inflasi di setiap daerah.

Penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik mengatakan, Sulbar harus ikut serta dalam gerakan nasional pengendalian inflasi pangan.

Dimana, Mamuju saat ini berada di urutan ke enam terendah se Indonesia dengan tingkat inflasi Oktober 2022 sebesar 5,26 persen.

Akmal Malik mengatakan capaian itu lebih rendah daripada angka inflasi nasional sebesar 5,71 persen.

"Fakta-fakta ini merupakan hasil yang nyata dari kinerja kita semua, kita targetkan di bawah 5 persen hingga akhir tahun ini," ujar Akmal Malik saat diwawancarai di lokasi penanaman mangrove.

Dikatakan, dalam menekan laju angka inflasi tersebut, sejumlah upaya telah dilakukan oleh Pemrov Sulbar.

Bahkan bekerja sama dengan kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar, dalam menekan laju inflasi.

Salah satunya, dengan cara menghadirkan secara massif operasi pasar murah 11 bahan pangan pokok.

Seperti yang dihadirkan dalam gerakan penanaman pohon tersebut, hadir pula operasi pasar murah.

Serta, keterlibatan dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulbar dalam menghadirkan pasar murah.

Kepala BI Sulbar, Hermanto yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengatakan inflasi merupakan naiknya harga sejumlah bahan pokok dalam waktu yang relatif lama.

Untuk di Mamuju sendiri, Hermanto melihat inflasi di picu dengan naiknya harga cabai, bawang merah hingga ikan.

"Untuk itu cara menekannya ialah menggelar operasi pasar pangan murah untuk menjaga stabilitas harga," terang Hermanto saat sambutan.

Ia berharap agar Tim Pengendali Infalsi Daerah (TPID) terus dapat mempertahankan tingkat infalsi di Mamuju ini.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved