Berita Mamuju

Manfaatkan Lahan Pekarangan Rumah, Petani Millenial Sampoang Bisa Raup Juta Rupiah Sekali Panen

Ia menanam melon golden dan paria menggunakan polybag di pekarangan rumah dari samping rumah hingga halaman depan.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Warga Sampoang, Kelurahan Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), membudidayakan melon golden dan sayuran paria di pekarangan rumah. 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Petani milenial di Sampoang, Kelurahan Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), membudidayakan melon golden dan sayuran paria di pekarangan rumah.

Ia menanam melon golden dan paria menggunakan polybag di pekarangan rumah dari samping rumah hingga halaman depan.

Petani muda ini bernama Damri (28).

Dandi sapaannya, merupakan Sekertaris Jaringan Petani Nasional (JPN) Kabupaten Mamuju.

Dandi mengaku, sudah lama bergelut di dunia pertanian hingga ia memanfaatkan pekarangan rumah jadi ladang tani.

Ia menamam buah melon sekitar 300 pohon di lahan yang berukuran sempit 20x20 meter.

"Saya hanya bermodalkan polybag dan bambu kecil sudah bisa menanam melon dan paria sampai ratusan pohon," ungkap Dandi kepada Tribu-Sulbar.com, Senin (28/11/2022).

Menurutnya, memanfaatkan pekarangan rumah untuk bertani itu sangat mudah dan hemat energi dibandingkan harus di lahan atau kebun yang luas.

Karena, sekarang sudah serba bisa dan simpel hanya menggunakan polybag dan bambu sudah bisa menaman sampai ratusan pohon.

"Ini sangat simple karena perawatanya juga sangat gampang dan selalu diperhatikan," bebernya.

Kata dia, dalam satu pohon melon itu ada dua buah dan cukup besar dan masa panen hanya menuggu sekitar 75 hari.

"Untuk harganya Rp 20 ribu per buah dan sampai 600 buah harganya sampai Rp 12 juta per satu kali panen," bebernya.

Ia menuturkan, memanfaatkan pekarang rumah di era sekarang ini sangat penting.

Karena, kata dia, jangan sampai isu krisis pangan tahun 2023 itu benar terjadi.

Sehingga, lebih baik jika halaman rumah cukup luas itu bisa digunakan untuk menanam sayuran atau buah agar.

"Menghadapi krisis pangan ini sebaiknya kita bisa manfaatkan pekarangan rumah untuk bertani," ungkpanya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved