Berita Mamuju

Janda di Mamuju Tahun 2022 Capai 261 Orang Duda 104 Orang

Tercatat cerai talak yang sudah diterima Pengadilan Agama Mamuju sebanyak 108 orang.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Abd Rahman
Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Agama Mamuju, Jl Ks Tubun, Kelurahan Rimuku, Mamuju, Senin (28/11/2022) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Angka kasus perceraian di Pengadilan Agama Mamuju priode Januari-November 2022 mencapai ratusan orang.

Tercatat cerai talak yang sudah diterima Pengadilan Agama Mamuju sebanyak 108 orang.

Sedangkan, kasus yang sudah putus sebanyak 104 orang.

Sementara untuk cerai gugat sebanyak 275 orang dan sudah putus ada 261 orang.

Untuk persidangan yang belum putus kasus cerat talak ada empat kasus.

Kemudian untuk kasus cerai gugat ada 14 kasus yang belum putus.

Peceraian tersebut didominasi oleh persilisihan dan pertengkaran terus menurus hingga faktor ekonomi.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Pengadilan Agama Mamuju Kelas 1B, Firlyanti Komalasari, saat ditemui wartawan di kantornya Jl Ks Tubun, Mamuju, Senin (28/11/2022).

"Rata-rata perceraian yang banyak itu cerai gugat atau pihak perempuan, mereka beralasan karena faktor ekonomi," ungkap Firlyanti.

Firly menyebutkan, rata-rata usia perceraian ini rata-rata  umur yang masih muda yakni usia 25 sampai 26 tahun.

Menurutnya, setiap perkara perceraian itu pihaknya terlebih dulu melakukan mediasi terhadap pasangan yang ingin becerai.

"Tetap kita lakukan tahapan mediasi atau nasehat antara kedua bela pihak, akan tetapi di Mamuju ini agak kecil angka keberhasilan untuk langkah-langkah mediasi," terangya.

Ia membeberkan, orang yang sudah ke pengadilan agama itu sudah berada dipuncak kemarahan atau titik kejenuhan bersama pasanganya.

Sehingga, mereka memilih untuk ke pengadilan untuk bercerai baik itu pihak perempuan maupun laki-laki.

"Pasangan suami istri ke pengadilan itu pasti sudah berada dititik jenuh atau dipuncak amarah, karena orang ke pengadilan itu pasti malunya luar biasa,"  bebernya.

Kendati demikian, pihak hakim tentu terus melakukan langkah-langkah mediasi atau nasehat sebelum sidang putusan.

"Kita terus berusaha agar bagaimna mereka gagal untuk cerai, namun kalau sudah tidak bisa tentu kita putuskan," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved