Berita Mamuju Tengah

Nestapa Murid SD di Pelosok Mamuju Tengah, Lewati Kubangan Lumpur Hingga Fasilitas Sekolah Terbatas

Seperti yang terjadi di kelas jauh SDN Kondosapata yang berada di Dusun Sikamase, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah.

Penulis: Samsul Bachri | Editor: Nurhadi Hasbi
Samsul Bachri/Tribun-Sulbar.com
Murid kelas jauh SDN Kondosapata Dusun Sikamase Desa Tobadak, Mamuju Tengah terlihat melewati kubangan lumpur. Itulah salah akses menuju sekolah mereka, Rabu (23/11/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Menimbah ilmu tidaklah mudah bagi sejumlah murid SD di Pelosok Mamuju Tengah.

Menempuh jarak yang jauh dengan berjalan kaki menuju sekolah serta belajar di tengah keterbatasan fasilitas.

Seperti yang terjadi di kelas jauh SDN Kondosapata yang berada di Dusun Sikamase, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah.

Puluhan muridnya harus menempuh jarak beberapa kilometer dengan berjalan kaki untuk sampai ke sekolah.

Baca juga: Memprihatinkan! Kondisi Kelas Jauh SDN Kondosapata Mamuju Tengah Jauh Dari Kata Layak

Melawati jalan yang rusak dan berlumpur ditengah kebun sawit.

Mereka harus ekstra hati-hati, sewaktu-waktu binatang buas dapat mengancam jiwa mereka.

Selain itu bangunan kelas tempat belajar mengajar mereka sangat jauh dari kata layak.

Bangunan ruang kelas berdinding papan dan berlantai tanah yang terkadang becek saat musim hujan.

Tak ada fasilitas modern, meja dan kursi pun terlihat sudah mulai lapuk termakan usia.

Siswa kelas jauh SDN Kondosapata di Dusun Sikamase Desa Tobadak Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah sedang laksanakan apel di halaman sekolah, Rabu (23/11/2022).
Siswa kelas jauh SDN Kondosapata di Dusun Sikamase Desa Tobadak Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah sedang laksanakan apel di halaman sekolah, Rabu (23/11/2022). (Samsul Bachri/Tribun-Sulbar.com)

Atap dan dinding papan terlihat banyak yang bocor, sehingga ketika hujan turun air membasahi ruang belajar.

Secara kasat mata, program merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan tak mereka rasakan.

Semangat belajar, itulah yang menjadikan mereka untuk tetap bersekolah.

May Frilia (11) misalnya, ia harus rela menempuh jarak kiloan meter dengan berjalan kaki.

Setiap harinya, ia bersama beberapa murid kelas jauh SDN Kondosapata lainnya melewati akses yang sama.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved