Berita Sulbar

Longsor di Mamasa Telan Korban, Hatta Minta Pemprov Intervensi Pemulihan

Karena hal ini berkaitan dengan efek korban jiwa dan harta, dirinya belum melihat aksi nyata dalam penanganan bencana ini.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar/Habluddin
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulbar Hatta Kainang ditemui usai menerima massa aksi di DPRD Sulbar Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar.(Hablu) 

TRIBUN--SULBAR.COM, MAMUJU - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulbar Hatta Kainang mengatakan Pemprov harusnya mengitervensi pemulihan pascalongsor di Kabupaten Mamasa yang menelan korban.

"Terkait terjadinya longsor didesa salumaka Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda serta kerusakan beberapa infrastruktur berdasarkan laporan BPBD sulbar kami meminta adanya intervensi penanganan dampak bencana," kata Hatta, melalui rilis diterima, Sabtu (12/11/2022).

Karena hal ini berkaitan dengan efek korban jiwa dan harta, dirinya belum melihat aksi nyata dalam penanganan bencana ini.

Sehingga Komisi IV sebagai mitra BPBD Sulbar dan Dinsos Sulbar melakukan intervensi dalam rangka pemulihan.

"Kami mengingatkan Sulbar adalah daerah rawan bencana sehingga kesiap siagaaan sangat diperlukan," ungkap Hatta.

Untuk hal itu pada hari senin tanggal 14 November 2022 dirinya akan mengadakan rapat dengar pendapat (RDP).

Akan mengundang berbagai stakholder kebencanaan dan BPBD Se-Sulbar untuk secara bersama menjalankan implementasi perda Kebencanaan Sulbar.

"Ini merupakan perda inisiatif yang sudah disahkan dalam rapat paripurna untuk kemudian dijalankan secara baik kami juga akan meminta informasi sejauh mana desain anggaran kebencanaaan setiap kabupaten sehingga ruang koloborasi dapat terjadi dalam aksi penanganan bencana di Sulbar," tandasnya.

Sebelumnya, satu dari delapan warga yang tertimpa longsor di Dusun Kobon, Desa Salumaka, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, dilaporkan meninggal dunia.

Korban meninggal bernama Sitti Naharia berusia 63 tahun.

Sebelum meninggal sempat mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas Mambi bersama dengan dengan tujuh warga lainnya.

Namun nyawa perempuan tersebut tidak bisa tertolong karena kondisiya sangat parah.

"Sempat dirujuk ke Mamuju, tapi belum sampai di sana, dia meninggal di jalan, " kata Kepala Desa Salumaka, Arman kepada tribun, Jumat (11/11/2022).

Sementara tujuh korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Mambi pasca bencana alam melanda Mambi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved