PSM Makassar

Liga 1 Tak Pasti, Pemain PSM Sudah Bosan Latihan! Bernardo Tavares Pusing

PSM mulai alami kejenuhan di sesi latihan menyusul ketidakpastian kompetisi Liga 1 2022/2023. Tavares berujar jika anak asuhnya butuh pertandingan

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
TRIBUN-TIMUR.COM
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares saat memimpin latihan skuadnya jelang bergulirnya kembali Liga 1 2022/2023. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Sejumlah pemain PSM beramai-ramai menolak sesi latihan yang diberikan tim pelatih.

Bahkan, pelatih PSM, yakni Bernardo Tavares juga mulai tak bergairah menyusul tidak adanya kepastian jadwal Liga 1 musim 2022/2023.

Pemain PSM ingin ada kepastian soal kelanjutan kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 bukan hanya latihan terus-menerus.

Seolah mengamini keinginan pemain PSM, Bernardo Tavares menyampaikan jika anak asuhnya saat ini membutuhkan pertandingan kompetitif agar punya motivasi.

"Tidak ada yang mau latihan, latihan, latihan. Kita mau latihan, ada pertandingan."

"Itu pun pertandingan yang kompetitif, sehingga kita juga punya motivasi untuk latihan demi sebuah pertandingan," kata Bernardo Tavares dikutip dari Tribun Kaltara pada Jumat (11/11/2022).

Pemain jebolan akademi PSM, Sulthan Zaky saat latihan bersama skuad senior PSM di Lapangan Bosowa Sport Center (BSC), Jl Teuku Umar, Kota Makassar, Rabu (9/11/2022)
Pemain jebolan akademi PSM, Sulthan Zaky saat latihan bersama skuad senior PSM di Lapangan Bosowa Sport Center (BSC), Jl Teuku Umar, Kota Makassar, Rabu (9/11/2022) (handover)

Baca juga: Daftar 5 Eks PSM Dibajak Persib Bandung, Ghozali Siregar Paling Tersukses

Baca juga: Bernardo Tavares Kenalkan 3 Wajah Baru, Termasuk Keluarga Asnawi Mangkualam, Siapkah Promosi ke PSM?

Sejauh ini, Bernardo Tavares hanya bisa mempersiapkan tim sembari menanti keputusan soal kelanjutan kompetisi Liga 1 musim 2022/2023.

"Jadi dengan adanya ketidakpastian seperti ini, kita harus tetap menjaga kebugaran, sehingga pada saat liga nanti dijalankan kembali, kita sudah harus siap," imbuhnya.

Lebih lanjut, Barnardo Tavares mempertanyakan mengenai Liga 1 yang digelat tanpa suporter.

Ia menilai jika tragedi yang terjadi Kanjuruhan Malang tak seharusnta berimbas kepada tim lainnya di Liga 1.

"Kenapa semua klub harus bermain tanpa suporternya."

"Kalau mereka mau memberikan hukuman pada Arema, ya oke. Namun, imbasnya menghukum semua klub, jelas akan merusak semuanya," bebernya.

"Sepak bola itu tidak lengkap tanpa pendukung. Sepak bola bukan sepak bola tanpa suporter dan ini akan merusak motivasi dari pemain dan pelaku-pelaku sepak bola," tuturnya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved