Beasiswa Manakarra

Tagih Janji, HMI Manakarra Tidak Percaya Lagi Kejati Sulbar

Diketahui sebanyak 14 orang penerima tidak melengkapi dokumen persyaratan dan direkomendasikan untuk melakukan pengembalian.

Penulis: Zuhaji | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun Sulbar / Hablu Hambali
Massa aksi HMI Cabang Manakarra sudah keempat kalinya ke Kejati Sulbar mempertanyakan penanganan kasus beasiswa manakarra. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Manakarra tegaskan tidak percaya lagi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar.

Sekretaris HMI Manakarra, Widodo menuturkan penanganan kasus Beasiswa Manakarra berbulan bulan tidak ada kejelasan.

Penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan anggaran beasiswa Manakarra berjalan lebih dari 50 hari.

"Bahkan kami dijanjikan akan menyampaikan kepada publik pasca aksi jilid lima beberapa waktu lalu," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com melalui telepon seluler, Kamis (10/11/2022).

Pihaknya menduga kejati telah bermain main dalam menangani kasus tersebut.

Widodo menegaskan akan kembali bersama kader-kader HMI Manakarra untuk menduduki Kejati Sulbar.

Sebelumnya, Kejati Sulbar mengaku masih terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan korupsi Beasiswa Manakarra.

Pendalaman kasus dugaan korupsi terus dilakukan seiring gelombang desakan penuntasannya.

"Kita masih dalam pengembangan dan pendalaman sesuai arahan pimpinan kami," Kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulbar Feri Mupahir, saat dihubungi wartawan, Kamis (10/11/2022).

Program beasiswa Manakarra tersebut menjadi temuan oleh BPK RI perwakilan Sulbar.

Diketahui sebanyak 14 orang penerima tidak melengkapi dokumen persyaratan dan direkomendasikan untuk melakukan pengembalian.

Belakangan diketahui 36 penerima besiswa Manakarra 2021, diduga terjadi praktek kolusi, korupsi dan Nepotisme (KKN). (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved