Beasiswa Manakarra

HMI Manakarra Desak Kejati Sampaikan Hasil Pemeriksaan Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa Manakarra

Dia berharap, para penegak hukum bekerja sebagaimana mestinya, mengingat banyaknya anggaran yang telah diselewengkan.

Penulis: Zuhaji | Editor: Nurhadi Hasbi
Zuhaji/Tribun-Sulbar.com
Koordinator aksi jilid lima kasus dugaan korupsi Beasiswa Manakarra sekaligus Kabid PTKP HMI Manakarra, Darmin Syakur 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Manakarra mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) segera menyampaikan hasil pemeriksaan kasus dugaan korupsi Beasiswa Manakarra.

Koordinator aksi jilid lima HMI Manakarra, Darmin Syakur mengungkapkan hingga saat ini masih belum ada informasi dari pihak kejati.

"Kami sudah di janji pada aksi lalu, sudah Senin tapi belum ada kabar," ujarnya kepada TribunSulbar.com melalui sambungan telepon seluler, Senin (7/11/2022).

Dia berharap, para penegak hukum bekerja sebagaimana mestinya, mengingat banyaknya anggaran yang telah diselewengkan.

HMI Manakarra tegas, akan terus mengadvokasi kasus Beasiswa Manakarra.

"Banyak hak-hak kami yang diambil, sebagai mahasiswa kejadian ini sangat memukul kami, orang-orang itu merampas hak kami," jelas Darmin.

Sementara itu, Sekretaris Umum HMI Manakarra Widodo, masih menunggu penyampaian yang telah dijanjikan kejati sembari terus mengkaji langkah selanjutnya.

Kata dia, banyaknya kemungkinan yang akan terjadi mengharuskan HMI Manakarra mengawasi kejati.

"Ini masih menunggu, kami sedia planning lain jika pada akhirnya mengalami kebuntuan," jelasnya.

Lanjut Widodo, pihaknya tidak ingin adanya percobaan 'main mata' antara penegakan hukum dan yang diduga melakukan korupsi.

"Apabila kasusnya dihentikan, besar dugaan kami adanya permainan yang mereka lakukan," tutup Widodo.

Sebelumnya, penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan anggaran beasiswa Manakarra terkesan alot.

Lebih dari 50 hari, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar) belum bisa memastikan kejelasan kasus beasiswa Manakarra tersebut.

Kepala Kejati Sulbar, Muhammad Naim mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Targetnya tentu tidak terlalu lama," jelasnya kepada wartawan di Kantor Kejati, Jl Martadinata, Simboro, Mamuju, Sulbar, Kamis (3/11/2022). (*)

Laporan Wartawan Tribun-sulbar.com Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved