Berita Mamuju

Pedagang di Mamuju Pertanyakan BLT Rp 450 Ribu, Belum Disalurkan Dinas Perdagangan

BLT tersebut sempat disosialisasikan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Mamuju, pada Oktober 2022 lalu.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Para pedagang di kompleks Paras Baru Mamuju Jl Abdul Syakur, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulbar, mulai pertanyakan BLT yang tak kunjung disalurkan, Sabtu (5/11/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Pedagang di Kompleks pasar tradisional di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mulai pertanyakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pedagang hingga kini belum tersalurkan, Sabtu (5/11/2022).

BLT tersebut sempat disosialisasikan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Mamuju, pada Oktober 2022 lalu.

Salah satu pedagang yang ditemui di kompleks Pasar Baru Mamuju, Jl Abdul Syakur, Amri mengatakan, bantuan itu disampaikan setelah naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Ini sudah satu bulan lebih naik BBM tapi bantuan yang pernah na sampaikan tidak ada juga dibagikan," ujar Amri saat ditemui di kompleks pasar.

Ia mengaku sudah mengumpulkan berkas dan syarat-syarat yang diperlukan ke kepala pasar.

Kepala pasar, meneruskan berkas tersebut ke Bidang Pengelolaan Pasar di Disdag Mamuju.

"Tapi ini sudah lama berlalu naiknya BBM, tidak juga ada tanda-tanda kejelasan adanya penyaluran," lanjut Amri.

Ia berharap agar pemerintah daerah, betul-betul menepati janji yang telah sosialisasikan.

Diketahui, anggaran BLT tersebut berjumlah Rp 750 juta, untuk kuota 2.112 pedagang pasar tradisional di Mamuju.

Total keseluruhan yang akan diperoleh setiap pedagang sebesar Rp 450 ribu, per orang.

Program itu disepakati dalam APBD Perubahan 2022 yang disahkan pada Oktober.

Salah satu cara untuk meringankan beban para pedagang pasar, imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disdag Mamuju, Imam Kholil mengatakan saat ini pihaknya masih merampungkan data penerima.

"Kalau penyalurannya belum, tapi kalau data yang masuk sudah melebihi dari kuota yg ada," ujar Imam Kholil saat dihubungi via telepon.

Dikatakan data tersebut di himpun oleh kepala pasar karena, kepala pasar yang bersangkutan langsung dengan pedagang.

"Untuk saat ini data masih kami sandingkan dengan data penerima bantuan di OPD lainya, agar tidak ada yang dobel," katanya lagi.

Ia memastikan, penyaluran BLT tersebut akan dirampungkan pada Desember mendatang.

Lantaran, jika tidak disalurkan akan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran atau Silpa.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved