Berita Sulbar

IPMATA Demo di Pemprov Sulbar, Minta Dokumen Kewajiban Perusahaan Diperlihatkan

Mereka kembali aksi karena saat uji publik di Unsulbar finalis RZWP3K didatangkan pemerintah malah diduga berpihak ke perusahaan

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar/Habluddin
IPMATA Mamuju aksi di depan kantor Gubernur Sulbar Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Selasa (1/11/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapalang (IPMATA) Mamuju aksi di depan pintu masuk kantor DPRD Sulbar di Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Selasa (1/11/2022).

Mereka kembali aksi karena saat uji publik di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) panelis RZWP3K didatangkan pemerintah malah diduga berpihak kepada perusahaan.

RZWP3K adalah singkatan dari Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

"Kami meminta kemarin zonasi di Tapalang Barat tidak diubah, karena mayoritas masyarakat Tapalang itu berprofesi nelayan," kata Ketua IP-MATA Mamuju Ahyar.

Pertemuan dilakukan di Unsulbar pada 13 Oktober 2022 lalu.

Makanya, dirinya melihat RZWP3K ini akan diluaskan.

"Jadi jangan sampai ini menjadi akal-akalan untuk memasukkan persus pelabuhan tambang di Tapalang," ungkap Ahyar.

Sehingga, jika ini terjadi maka wilayah zona tangkap masyarakat nelayan akan hilang.

Selain itu, IP-MATA juga meminta kewajiban-kewajiban perusahaan dalam aktivitas tambangnya.

"Padahal sangat jelas di peraturan 500 meter minimal dari pantai kawasan pantai, baru di sana hanya 50 meter saja aktivitas tambang terjadi," ujarnya

Dengan demikian jika ini jelas melanggar maka pemerintah seharusnya tidak memberikan izin.

Bahkan, kata Ahyar aktivitas tambang dihentikan permanen.

"Inilah yang dilakukan PT Batuan Andesit seharusnya dipenuhui peraturan dan kita menunggu sampai besok dokumennya diserahkan," ucapnya.

Seperti, kewajiban perusahaan yang dimintanya dijanji akan diberikan besok, Rabu (2/11/2022).

"Kalau tidak ada maka kami akan kembali aksi mempertanyakan itu," tandasnya.

Pantauan Tribun-Sulbar.com massa aksi saling bergantian berorasi.

Setelah, perwakilan pemprov menemui massa aksi untuk berdialog.

Kemudian, massa aksi membubarkan diri.(*)

Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved