Longsor Polman
Puluhan Siswa di Tutar Polman ke Sekolah Terobos Tebing Bekas Longsor
Kepala BPBD Kabupaten Polman, Afandi Rahman mengatakan jalan tersebut amblas akibat diguyur hujan beberapa hari yang lalu.
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/siswa-siswi-di-Tutar-Polman-saat-melintasi-bekas-longsor-e.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Perjuangan siswa di Kelurahan Taramanu, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menerobos lokasi bekas longsor untuk sampai ke sekolah.
Siswa SMAN 1 Tutar itu harus melewati tebing curam bekas longsor diwilayah tersebut.
Jalan tersebut merupakan jalan penghubung lingkungan Lullung ke Lingkungan Robboang Kelurahan Taramanu.
Kepala BPBD Kabupaten Polman, Afandi Rahman mengatakan jalan tersebut amblas akibat diguyur hujan beberapa hari yang lalu.
Dikatakan material longsor tidak dibersihkan karena jalan tersebut dialihkan.
"Secara teknis jalan itu tidak bisa difungsikan seperti semula dan akan dialihkan makanya tidak ada perlakuan material longsor di titik itu" ucap Afandi via WhatsApp kepada Tribun, (Rabu, 26/10/2022).
Sementara itu, Kapolsek Tutar Ipda Rahman mengatakan sebanyak 33 siswa yang setiap hari melalui jalan tersebut.
Dia mengatakan saat ini pemerintah Kelurahan Taramanu melakukan koordinasi untuk membuka akses jalan alternatif bagi siswa berangkat ke sekolah.
Selain itu, masyarakat setempat bergotong royong membuka akses jalan yang merupakan jalan tani.
"Kami berikan himbauan kepada masyarakat dan pelajar untuk memilih jalan lain, selain itu kita juga sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah SMA 1 Tutar" ucap Ipda Rahman.
Lebih lanjut, Ipda Rahman mengatakan pihak sekolah juga memberikan keringanan kepada puluhan siswa dari Lingkungan Lullung dan Robboang.
Pihak sekolah menyampaikan ke siswanya untuk tidak memaksakan diri hadir di sekolah pada saat hujan.
Selain itu, pihak sekolah juga membolehkan siswanya untuk pulang lebih awal ketika hujan turun.
Upaya itu diambil untuk mengantisipasi adanya bahaya bagi siswa. (*)