Berita Polman

REKAMAN CCTV Detik-detik Pegawai SPBU Sarampu Polman Dipukul Sopir Truk

Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang warga berbaju hitam memukul pegawai SPBU yang berbaju putih.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Pegawai Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) Sarampu Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dipukul warga yang kesal tidak dapat bahan bakar jenis solar.

Insiden tersebut terekam dalam kamera CCTV SPBU.

Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang warga berbaju hitam memukul pegawai SPBU yang berbaju putih.

Manager SPBU Sarampu, Niki mengatakan insiden tersebut terjadi pada hari Sabtu, (8/10/2022) sekitar pukul 13.00 wita siang.

Dia mengungkapkan, sekitar 8 orang warga mendatangi SPBU sambil marah-marah.

Mereka memaksa dilayani pembelian bahan bakar solar.

Namun, stok bahan bakar solar di SPBU pada saat itu tidak tersedia.

Dikatakan, stok solar pada saat itu kosong dan baru masuk pada pukul 15.00 wita.

"Ada sekitar 7 sampai 8 orang itu datang marah-marah, memaksa untuk dilayani pembelian bahan bakar solar, pegawai kami sudah menjelaskan tetapi langsung dipukul" ungkap Niki, Rabu, (12/10/2022).

Niki menjelaskan, pasok bahan bakar jenis solar ke SPBU Sarampu sekitar 8 ton perharinya.

Waktu kedatangan mobil pengangkut bahan bakar juga tidak menentu atau random.

"Solar kita masuk perhari itu sekitar 8 ton, kalau pertalite 16 kiloliter. Sementara solar itu datangnya random kadang juga tengah malam" terangnya.

Sementara pegawai SPBU Sarampu yang menjadi korban pemukulan bernama Ikin mengatakan dirinya dipukul saat hendak melakukan pengisian bahan bakar pertalite.

Dia dipukul di bagian belakang kepala dan dibagian pipinya.

Ikin mengaku dia mendapat pukulan sebanyak 5 lima kali.

"Saat itu sementara saya mau pengisian pertalite tapi ada beberapa orang datang marah-marah dan langsung memukul saya dari belakang dan pipi" ucapnya.

Niki menambahkan akan menempuh jalur hukum dan insiden tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.

Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak aparat penegak hukum. (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved