Breaking News:

PSM Makassar

Harapan Manajamen PSM Terkait Perbaikan Regulasi Sepakbola Indonesia: Harus Ada Regulasi yang Jelas

Komisaris Utama PSM, Munafri Arifuddin berharap ada standar regulasi yang benar-benar bisa diikuti sama-sama usai ada pertemuan FIFA & pemerintah.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Ist
Pemain PSM Makassar Yuran Fernandes saat selebrasi gol ke gawang Persebaya di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (10/9/2022) malam. Diketahui PSM menjadi satu-satunya tim belum terkalahkan di Liga 1 2022-2023.(Ist) 

TRIBUN-SULBAR.COM - Manajemen PSM berharap pembenahan di sektor regulasi sepak bola yang sedang disusun pemerintah, PSSI, dan FIFA bisa dipatuhi oleh semua pihak.

Perbaikan regulasi tersebut buntut dari tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya.

"Kami mengharapkan ada sebuah standar regulasi yang benar-benar bisa diikuti sama-sama setelah ada pertemuan PSSI, FIFA dan pemerintah Indonesia," kata Komisaris Utama PT PSM Makassar, Munafri Arifuddin.

PSM juga berharap pemerintah dapat membangun stadion yang layak dan mengikuti standar federasi sepak bola dunia atau FIFA agar kejadian di Kanjuruhan tidak terulang kembali.

"Kami berharap pemerintah bisa membangun stadion yang berstandar."

"Bisa menampung semua orang dan safety (pengamanan) yang baik serta sesuai dengan aturan yang berlaku," tuturnya.

Ribuan suporter menyaksikan pertandingan PSM Makassar melawan Persija Jakarta pada laga pekan ketiga Liga 1 2022-2023 yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Jumat (5/8/2022). Usai tragedi Kanjuruhan PSSI akan memverifikasi ulang stadion atas arahan FIFA dan Pemerintah Indonesia.
Ribuan suporter menyaksikan pertandingan PSM Makassar melawan Persija Jakarta pada laga pekan ketiga Liga 1 2022-2023 yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Jumat (5/8/2022). Usai tragedi Kanjuruhan PSSI akan memverifikasi ulang stadion atas arahan FIFA dan Pemerintah Indonesia. (Tribun-Timur.com)

Baca juga: Gebrakan Sadikin Aksa Demi PSM, Tunjuk Bernardo Tavares Pelatih Rangkap Manajer

Baca juga: Cerita Ferdinand Sinaga Tutup Pistol Gas Air Mata Polisi Demi Lindungi Suporter PSM

Sejauh ini manajemen PSM masih menanti perubahan jadwal pertandingan Liga 1 dan menunggu hasil investigasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF tragedi Kanjuruhan.

"Sampai saat ini kita menunggu ada kabar baik selanjutnya. Apa yang kita lakukan? pasti kita latihan terus," tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah bersama-sama dengan FIFA akan membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia.

Hal tersebut merupakan salah satu poin dalam surat dari FIFA yang diterima Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Presiden FIFA, yakni Gianni Infantino sudah berkomunikasi dengan Presiden Jokowi ihwal tindak lanjut dari tragedi Kanjuruhan pada Senin pekan lalu.

Selanjutnya, akan dilakukan langkah-langkah kolaborasi antara FIFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan pemerintah Indonesia untuk membangun standar keamanan stadion di seluruh Indonesia.

Kemudian, ketiga pihak tersebut juga akan memformulasikan standar protokol dan prosedur pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian berdasarkan standar keamanan internasional.

Kolaborasi Indonesia, AFC, dan FIFA juga akan menyasar sosialisasi dan diskusi dengan klub-klub bola di Indonesia, termasuk perwakilan suporter untuk mendapatkan saran dan masukan serta komitmen bersama.

Berikutnya ketiga pihak itu juga akan menyoroti jadwal pertandingan Liga 1 agar memperhitungkan potensi-potensi risiko yang ada, serta menghadirkan pendampingan dari para ahli di bidangnya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved