Prakiraan Cuaca

BMKG Sebut Sulbar Dilanda La Nina, Fenomena Udara Terasa Lebih Dingin

La Nina yakni fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar
Hujan lebat di daerah Martadinata Mamuju, Selasa 11 Oktober 2022 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Sulawesi Barat (Sulbar) akan dilanda hujan hingga awal tahun 2023 mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi, Tampa Padang Mamuju, Agus, saat pers rilis antisipasi musim hujan 2022-2023, Selasa (11/10/2022).

Agus menjelaskan saat ini wilayah Sulbar, dilanda kondisi La Nina, yakni fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi.

"Sehingga intensitas hujan meningkat sekitar  40 sampai 50 persen, hingga awal tahun 2023 mendatang," ujar Agus saat menyampaikan materi rilis.

Ia merincikan, peningkatan hujan itu, turun lima hari dalam satu pekan, hanya kisaran dua hari tanpa hujan.

Disebutkan, sebanyak enam kabupaten di Sulbar ini, mengalami intensitas hujan di atas normal.

Dimana wilayah curah hujan maksimum berada di wilayah Polewali Mandar (Polman), Majene, Mamasa dan Mamuju.

"Curah hujan di atas normal itu, disebabkan oleh kondisi La Nina, ukuranya, 79 persen, normalnya, 21 persen," lanjutnya.

Sementara untuk di Oktober 2022 ini, curah hujan intensitas sedang hingga lebat berlangsung hingga 15 Oktober 2022.

Atau akan berlangsung selama empat hari ke depan, wilayah Sulbar, dilanda hujan lebat disertai angin kencang.

Berikut enam rekomendasi dari Stasiun Meteorologi, Tampa Padang Mamuju, selama musim hujan berlangsung.

1. Memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

2. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol.

3. Melakukan pemangkasan dagang dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakkan atau tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang.

4. Menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan regulasi, secara lebih massif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian pemerintah daerah.

5. Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi dan komunikasi antara pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometeorologi.

6. Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG secara lebih rinci dan detail melalui website resmi BMKG.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved