Berita Sulbar

Sebut SOP Demo Dikeluarkan Kesbangpol Tak Manusiawi, Aliansi OKP Sulbar Minta Herdin Ismail Dicopot

Setelah melakukan negosiasi, massa aksi berhasil masuk di komplek perkantor Gubernur Sulbar.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar/Habluddin
Massa aksi aliansi OKP Sulbar orasi di depan rujab Gubernur Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Kamis (6/10/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Aliansi Organisasi Kepemudaan (OKP) Sulawesi Barat (Sulbar) mendesak Pj Gubernur Akmal Malik mencopot Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Herdin Ismail.

Aliansi OKP Sulbar menilai, Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang pelaksanaan unjuk rasa dikeluarkan Kesbangpol tidak manusiawi.

SOP tersebut hanya memboleh pengunjuk rasa sampai di depan pagar.

Tak boleh masuk di halaman atau komplek perkantoran Gubernur Sulbar.

"SOP yang dikeluarkan Kesbangpol tidak memanusiakan manusia," kata Ketua HMI Cabang Mamuju, Muhammad Ahyar, dalam orasinya saat demo di depan kompleks perkantor Gubernur Sulbar, Kamis (6/10/2022).

Karena itulah, mereka mendesak Akmal Malik untuk mencopot Kepala Kesbangpol.

Sebelumnya, masa aksi berjam-jam orasi di depan gerbang kompleks perkantoran Gubernur Sulbar.

Setelah melakukan negosiasi, massa aksi berhasil masuk di komplek perkantor Gubernur Sulbar.

Setelah itu, mereka lanjut menyampaikan orasi di depan rumah jabatan gubernur.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Herdin Ismail tampak turut menerima masa aksi.

Diketahui, massa Aliansi OKP Sulbar melayankan tiga tuntutan;

1. Meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menggati Pj Gubernur Sulbar.

2. Meminta anggota DPRD Sulbar menggunakan hak angket dan interpelasi mengganti Pj Gubernur Sulbar.

3. Copot Kepala Kesbangpol.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Habluddin Hambali

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved