Beasiswa Manakarra

Bupati Mamuju Mangkir dari Panggilan Tim Etik Ombudsman RI, Sutinah Ditunggu hingga Besok

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi turut dipanggil, namun panggilan pertama tim etik Ombudsman tak dihadiri sang bupati.

Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun Sulbar / Hablu Hambali
Tim etik Ombudsman RI Johanes Widijantoro dan Indraza Marzuki Rais saat ditemui kantor Ombudsman Sulbar Jl Soekarno Hatta, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Sulbar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mangkir dan panggilan tim etik Ombudsman Republik Indonesia (RI).

Diketahui, tim etik Ombudsman RI bertanda ke Kantor Ombudsman Sulbar melakukan klarifikasi terkait polemik Beasiswa Manakarra.

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi turut dipanggil, namun panggilan pertama tim etik Ombudsman tak dihadiri sang bupati.

Pemanggilan Bupati Mamuju untuk dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Kepala Ombudsman Perwakilan Sulbar Lukman Umar karena turut menerima Beasiswa Manakarra.

Belakangan beasiswa tersebut berpolemik, 14 orang diminta melakukan pengembalian termasuk Lukman Umar karena tidak menenuhi syarat sebagai penerima.

Ke-14 penerima tersebut, justru kebanyak pejabat.

Bahkan ada nama Sekda H Suaib, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Jalauddin Duka dan beberapa pejabat eselon II dan II lainnya di lingkup Pemkab Mamuju.

Selain bupati, Jaluddin Duka juga mangkir dari panggilan tim etik Ombudsman RI.

"Tadi kita sudah minta klarifikasi sama Sekdis Pendidikan Mamuju dan stafnya yang mengetahui secara teknis," kata tim etik Ombudsman RI Johanes Widijantoro, Rabu (5/10/2022).

"Bupati Mamuju Sutinah Suhardi dan Kadis Pendidikan juga dipanggil diminta klarifikasi, panggilan tersebut tidak dipenuhi," sambungnya.

Dikatakan, pihak Pemkab yang dipanggil sebab tidak mungkin pihak tim etik Ombudsman yang datang kepada mereka.

"Lembaga kita ini Independen. Jadi kita tunggu sampai besok," ungkap Johanes.

Kata Johanes, dirinya bersama tim etik lainnya yakni Indraza Marzuki Rais beserta tiga stafnya berada di Mamuju hingga besok hari.

"Kita tunggu sampai besok karena kita sudah mengirimkan undangan," bebernya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved