PSM Makassar

Kurniawan Dwi Yulianto Eks PSM Masuk Tim pencari Fakta, Pemain Pertama Cicipi Liga Italia

Kurniawan Dwi Yulianto pemain PSM yang kini masuk dalam tim pencari fakta tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sudah malang melintang di Liga Italia

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
oCHA aLIM/tRIBUN-tIMUR.COM
Kurniawan Dwi Yulianto, eks pemain PSM Makassar yang kini direkrut jadi tim pencar fakta Tragedi Kanjuruhan 

TRIBUN-SULBAR.COM - Mantan pemain PSM hingga dosen Universitas Hasanuddin masuk dalam tim pencari fakta tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD telah mengumumkan daftar aggota tim pencari fakta tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Tim pencari fakta ini kemudian diberi nama Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan lantaran didalamnya terdapat sejumlah pihak bukan hanya dari unsur pemerintah.

TGIPF Tragedi Kanjuruhan dipimpin langsung Mahfud MD sebagai ketua. Kemudian Menpora Zainuddin Amali sebagai wakil ketua.

Adapun unsur anggota berjumlah 10 orang.

Satu diantaranya yakni mantan pemain sepakbola yakni Kurniawan Dwi Yulianto yang merupakan striker timnas Indonesia di eranya.

Legenda PSM Makassar, Kurniawan Dwi Yulianto saat ini menjabat sebagai asisten pelatih Como 1907. Namun, klub Seri B ini berada di papan bawah.
Legenda PSM Makassar, Kurniawan Dwi Yulianto saat ini menjabat sebagai asisten pelatih Como 1907. Namun, klub Seri B ini berada di papan bawah. (dok kompas tv)

Baca juga: FAKTA Kurniawan Dwi Yulianto Striker Bawa PSM Juara, Kini Masuk Tim Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Liga 1 Ditunda karena Tragedi Kanjuruhan, Rasyid Bakri Setuju Liga Ditunda Hormati Keluarga Korban

Kurniawan Dwi Yulianto juga pernah membela PSM dan menjadi pahlawan kemenangan skuad Juku Eja saat meraih gelar juara Liga Indonesia musim 1999/2000.

Kurniawan Dwi Yulianto merupakan sosok pemain sepakbola Indonesia yang paling fenomenal pada 1990-an.

Ia adalah orang Indonesia pertama yang mendapatkan tiket pelatihan sepak bola ke Italia, yakni Primavera.

Primavera merupakan sebuah program pelatihan yang diperuntukkan bagi pemain muda Indonesia.

Siapa saja yang terpilih nantinya akan dikirim ke Italia, setelah itu mereka akan disebar di beberapa klub Eropa.

Kala itu, Kurniawan Dwi Yulianto mengikuti beberapa tahapan seleksi.

Dalam seleksi tersebut, Kurni, sapaan akrab Kurniawan Dwi Yulianto harus menghadapi lebih dari 200 pemain hebat lainnya.

Siapa sangka, Kurni yang merupakan jebolan Diklat Ragunan berhasil menghadapi pemain jebolan Piala Soeratin. Padahal, sebelumnya, ia mengaku sudah pesimis.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved