STAIN Majene

Dosen STAIN Majene Sosialisasi Dampak Pernikahan Dini ke Warga

Provinsi yang berpenduduk 1.419.229 jiwa memilik angka pernikahan dini mencapai 17,71 persen.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Amiruddin
Dosen dan mahasiwa jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam STAIN Majene sosialisasi dampak pernikahan dini di Pamboang. Dok STAIN Majene 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kasus pernikahan anak dibawah umur masih cukup tinggi di Sulawesi Barat.

Provinsi yang berpenduduk 1.419.229 jiwa memilik angka pernikahan dini mencapai 17,71 persen.

Tingginya kasus ini menjadi perhatian civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene.

Dosen dan mahasiwa jurusan syariah, ekonomi dan bisnis Islam STAIN Majene turut membantu pemerintah menekan angka pernikahan tersebut.

Kontribusi STAIN Majene lewat sosialisasi dampak pernikahan dini dari tinjauan kesehatan, psikologi dan hukum.

Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat di Desa Adolang Dhua Kecamatan Pamboang, Majene, Senin (3/10/2022).

"Sosialisasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak serius pernikahan dini," kata Ketua Panitia Pelaksana, Aminuddin, Senin (3/10/2022).

Menutut Aminudin kegiatan sosialisasi tersebut juga bagian dari pengabdian kepada masyarakat Sivitas Akademika Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam STAIN Majene.

Mereka sengaja memilih  topik dampak pernikahan usia dini karena melihat fenomena kasus pernikahan dini di daerah ini.

"Sosialisasi ini bukan tanpa alasan, Mengingat Sulawesi Barat merupakan salah satu provinsi dengan tingkat pernikahan usia anak yang tinggi, " ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2021, angka perkawinan anak di Sulawesi Barat tercatat sebagai provinsi dengan angka perkawinan anak tertinggi (17,71 persen).

Sementara  Kepala Desa Adulang Dhua Burhanudin mengapresiasi kegiatan STAIN Majene.

Ia mengakui pernikahan dini menjadi salah satu masalah serius di wilayah pemerintahnya.

Burhanudin  menyampaikan pada tahun lalu, tepatnya 2021 jumlah  pernikahan dini di desanya mencapai enam kasus.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved