Pengungsi Aholeang

33 KK Korban Gempa Merantau Tinggalkan Aholeang dan Rui Demi Sambung Hidup

Para pengungsi Aholeang Rui saat ini sudah dipindahkan ke Dusun Alle-alle Desa Mekkatta yang lahannya sudah dibebaskan pemerintah.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hablu Hambali
Pemerhati Pengungsi Aholeang dan Rui Muh Fachri Siswanto dan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Majene Sirajuddin F saat hadiri podcast Tribun-Sulbar.com lewat zoom meeting, Senin (3/10/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebanyak 33 Kepala Kalurga (KK) memilih meninggalkan pengungsian Aholeang dan Rui, Kabupaten Majene, Sulbar.

Mereka merantau keluar daerah untuk menyambung hidupnya.

Hal tersebut, disampaikan pemerhati pengungsi Aholeang dan Rui Muh Fachri Siswanto, saat hadiri podcast Tribun-Sulbar.com lewat zoom meeting, Senin (3/10/2022)

"Hari ini jumlahnya 75 KK masih mengungsi, namun sudah ada 33 KK meninggalkan memilih merantau," kata Fachri.

Para pengungsi saat ini sudah dipindahkan ke Dusun Alle-alle Desa Mekkatta yang lahannya sudah dibebaskan pemerintah.

Jaraknya sekitar 1,5 kilo dari dusun sebelumnya.

"Mereka masih ada mendirikan terpal dan ada juga menjual Hunian Sementaranya (Huntara) dan ada yang sudah tinggal di 10 unit rumah bantuan Bank Sulselbar," ungkap Fachri.

Ada juga dibangun Pemkab Majene namun belum bisa dihuni masyarakat.

Sedangkan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Majene Sirajuddin F mengungkapkan pemerintah saat ini fokus memenuhi perumahan sederhana masyarakat Aholeang dan Rui.

"Secara umum tahap 1 sudah tuntas yang ada sekitar 3 ribu KK yang sudah mendapat. Tinggal tahap dua ini masih kita menunggu putusan BNPB pusat," ungkap Sirajuddin.

Sementara, Aholeang dan Rui ini masuk tahap dua perbaikan perumahan.

Dia membeberkan data yang dimiliki pemerintah relokasi masyarakat Aholeang dan Rui sebanyak 114 KK.

"Tinggal 25 KK yang masih tinggal di tenda, belum punya huntara. Kita saat ini membantu 25 KK agar segera punya hunian tetap dan sudah bisa di tempati sekedar sambil diperbaiki. InshaAllaah kita target tahun ini sudah selesai karena sekarang sudah 90 persen," bebernya.

Selain itu, bantuan stimulan dari BNPB pusat masih ditunggu.

Hampir setiap hari, kata Sirajuddin mempertanyakan ke pusat.

"Jika sudah diberikan langsung kita bagikan, karena kita sudah melakukan pembebasan lokasi dibagikan kepada 114 KK," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved