Jadikan Kawasan Wisata Industri, Dosen Unsulbar Latih Penenun Lipaq Saqbe Desa Renggeang

Renggeang merupakan salah satu desa di Kecamatan Limboro, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat yang dikenal sebagai tempat penghasil lipa.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Habluddin Hambali
Tribun Sulbar / Ist
Pelatihan digital marketing bagi kelompok penenun lipa’ saqbe, dan pelatihan inovasi produk bagi kelompok penenun di Desa Renggeang.(Ist) 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Renggeang merupakan salah satu desa di Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat yang dikenal sebagai tempat penghasil lipaq saqbe.

Lipaq sabeq adalah sarung tenun sutra Mandar yang miliki varian warna yang cerah seperti, kuning, oranye, hingga merah.

Kreatifitas warga membuat pemerintah hingga perguruan tinggi  ingin mengembangkan desa Renggean sebagai  kawasan industri kreatif berbasis wisata budaya.

Seperti dilakukan sejumlah dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Nur Adyla, Nurlaela, dan Haeruddin Hafid.

Ketiga dosen ini sejak Juni 2022 mulai mengabdikan dirinya memberikan pelatihan kepada kelompok penenun lipa’saqbe di desa tersebut.

"Ini akan berlangsung  hingga Desember mendatang, "  Dosen Unsulbar, Nur Adyla.

Dosen Unsulbar  menggandeng mitra ketua kelompok penenun Batu Mangnganga, Abd. Wahab.

Nur Adyla menyampaikan tujuan kegiatan ini diadakan tak lain ingin mengembangkan kelompok penenun yang mandiri secara ekonomi.

Sehingga  pembuatan sarung tenun di desa itu memiliki dampak positif bagi pelestarian budaya Mandar khususnya di Sulawesi Barat.

"Kami telah melakukan penataan kawasan Renggeang Sutra sebagai tempat pengelolaan bahan baku hingga pembuatan sarung sutera atau lipaq saqbe, " kata Nurb Adyla kepada tribun, Minggu (2/10/2022) melalui Whatsapp.

Seperti pelatihan digital marketing bagi kelompok penenun lipa’ saqbe, dan pelatihan inovasi produk bagi kelompok penenun.

"Pelatihan  dilaksanakan di aula kantor desa Renggeang," ucapnya.

Kata Nur Adyla, pelatihan diberikan tidak hanya mengembangkan model pemberdayaan masyarakat pada kontes pengetahuan dan keterampilan bagi penenun.

Namun lewat pengabdian ini ada peningkatan penataan kawasan Renggean jadi sektor pariwisata di Kabupaten Polewali Mandar

Jika Renggeang  bisa menjadi kawasan industri kreatif berbasis wisata budaya, lanjut Adyla, otomatis bakal berdampak pada meningkatkan perekonomian desa setempat.

"Dosen Unsulbar berencana juga bakal memberikan pelatihan budidaya murbei dan pemeliharaan ulat sutra.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan kelompok penenun dalam pemenuhan bahan baku produk lipaq saqbe.

"Kegiatan pengabdian yang juga telah dilakukan adalah pelatihan digital marketing bagi kelompok penenun lipa’ saqbe, dan pelatihan inovasi produk bagi kelompok penenun, " tuturnya.

Adapun pendanaan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan hibah dari kemendikbudristek tahun 2022. (san)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved