Berita Pasangkayu

Sampah Medis RSUD Pasangkayu Berserakan, Potensi Cemari Lingkungan Warga Ako

Terkait kondisi tersebut pihak rumah sakit RSUD Pasangkayu belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai penjelasan.

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Nurhadi Hasbi
Jamal
Kondisi sampah medis RSUD Ako Pasangkayu, Desa Ako Kecamatan Pasangkayu, mulai dibersihkan Jumat (30/9/2022) 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Tumpukan sampah medis RSUD Pasangkayu berserakan di belakang rumah sakit.

Tumpukan sampah tersebut terlihat sengaja dibuang di halaman belakang RSUD Pasangkayu.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasangkayu, sudah bergerak membersihkan sampah non medis, Jumat pagi (30/9/2022).

Sementara sampah medis seperti bekas botolan infus, suntik bekas dan selang infus juga sempat berserakan di belakang rumah sakit itu.

Kondisi terlihat miris lantaran sampah-sampah tersebut dibiarkan menumpuk berhari-hari sehingga berpotensi mencemari lingkungan terutama air bersih bagi masyarakat Desa Ako Kecamatan Pasangkayu.

Tumpukan sampah berupa limbah medis tersebut sempat menjadi sorotan karena dikawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat terutama warga sekitar rumah sakit.

Terlebih saat ini musim hujan sehingga berpotensi mencemari air dalam tanah yang digunakan warga.

Terkait kondisi tersebut pihak rumah sakit RSUD Pasangkayu belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai penjelasan.

Hal tersebut mengundang tanda tanya.

Bagaimana tidak, pihak RSUD Ako tidak ada yang memberi penjelasa soal sampah menumpuk sejak 20 September 2022 lalu.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (“PP 81/2012”) dan Dalam PP 81/2012, Pengelola fasilitas lainnya wajib melakukan pemilahan sampah pengumpulan sampah pengolahan sampah Rumah Sakit, Puskesmas termasuk sebagai fasilitas lainnya.

Kegiatan pemilahan sampah, pengumpulan sampah, dan pengolahan sampah, termasuk sebagai penanganan sampah yang merupakan bagian dari penyelenggaraan pengelolaan sampah.

Dalam undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 Tetang Pengelolaan Sampah, khususnya dalam pasal 40 dijelaskan bahwa, Jika Rumah Sakit atau puskesmas tidak melakukan kegiatan pengelolaan sampah sesuai norma, standar, prosedur, atau kriteria sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat, gangguan keamanan, pencemaran lingkungan, dan/atau perusakan lingkungan, maka dapat dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda antara Rp100 juta hingga Rp 5 miliar

Begitu pula di atur dalam undang-undang nomor 32 tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved