Berita Mamuju

Kalah Bersaing dengan Online Shop, 43 Kios di Pasar Sentral Mamuju Tutup

Pamplet yang bertuliskan penyegelan untuk sementara itu dipasang oleh petugas lapangan dari Dinas Perdagangan Mamuju sejak Februari 2022 lalu.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Sebanyak 43 kios di kompleks pasar sentral Jl Hertasning, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar masih tersegel, pemiliknya tak lagi jualan, Jumat (30/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebanyak 43 kios di kompleks pasar lama Jl Hertasning, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) masih tutup dan tak berpenghuni.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Jumat (30/9/2022) kios yang masih tutup itu masih dipasangi surat penyegelan.

Pamplet yang bertuliskan penyegelan untuk sementara itu dipasang oleh petugas lapangan dari Dinas Perdagangan Mamuju sejak Februari 2022 lalu.

Alasannya lantaran penyewa kios sudah cukup lama tak datang untuk berjualan, dan tak bayar iuran.

Hingga saat ini, belum juga terbuka, dan pemilik kios tak lagi jualan, dimana sebelumnya ia berjualan baju dan kain.

Lorong-lorong di sebagian Kompleks pasar khusus jualan pakaian dan kain itu pun saat ini cukup sepi.

Pengelola pasar sentral atau kepala pasar, Andi Iswari Wawo, mengaku penyegelan itu hingga saat ini belum selesai.

"Banyak pedagang yang gulung tikar, seperti pedagang baju kaos dan kain, karena dikalahkan dengan online shop," terang Andi Iswari Wawo, saat ditemui di kantor kompleks pasar.

Dijelaskan, para pemilik kios sudah banyak yang datang setelah penyegelan pada Februari 2022 lalu.

Dari keterangan pedagang, lanjut dia, banyak yang sudah gulung tikar karena tak punya modal untuk kembali berjualan.

Andi Iswari Wawo, melihat ada tiga faktor kendala yang menjadi penyebab pedagang pakaian gulung tikar.

Pertama, saat itu dihantam badai pandemi Covid-19, pembeli sepi, modal pedagang tak berputar.

Belum lagi, gempa bumi 15 Januari 2021, lalu, juga menjadi hambatan para pedagang pakaian terus berjualan.

"Untuk baru-baru ini, pengakuan para pedagang, ia dikalahkan sama maraknya online shop itu," lanjutnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved