Kompor Listrik

Kompor Listrik Batal, Pemilik Warung Makan di Mamuju Senang, Tak Bisa Bayangkan Kalau Lampu Padam

Masita sudah membayangkan jika menggunakan kompor gas di warung, akan buat dirinya kerepotan.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Salah satu pemilik warung yang ditemui di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju, menyambut baik batalnya kompor gas dialihkan menjadi kompor listrik, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) batalkan program pengalihan kompor gas menjadi kompor listrik, disambut baik oleh pemilik warung di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Seperti yang disampaikan salah satu pemilik warung makan, Masita saat ditemui di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Mamuju, Rabu (28/9/2022).

Masita sudah membayangkan jika menggunakan kompor gas di warung, akan buat dirinya kerepotan.

Lantaran kapasitas kompor listrik cukup sedikit, sementara masakan warung terbilang beragam jenis makanan.

"Jadi bagaimana mi kalau mati lampu, masakan bisa jadi buyar kalau pake kompor listrik itu," terang Masita kepada Tribun-Sulbar.com.

Lanjut dia, belum lagi jika menggunakan kompor listrik, butuh waktu dipelajari terlebih dahulu.

Lantaran, jika memasak dengan kompor gas, tinggi dan rendahnya api juga mempengaruhi rasa masakan.

Sehingga, menurutnya kompor listrik dapat merepotkan bagi para pemilik warung makan.

"Kalau soal diterima atau tidak, ya saya lebih memilih kompor gas daripada kompor listrik," sebut Masita.

Belum lagi, jika harus menggunakan kompor listrik di dapur rumah tangga, menurutnya pasti merepotkan.

Dimana jika ada hajatan atau acara keluarga, porsi masakan harus lebih banyak untuk para tamu.

"Baru kompor listrik, saya liat wajannya kecil, kapasitasnya sedikit, pasti cukup merepotkan," katanya lagi.

Masita pun turut sepakat dengan tidak jadinya kompor gas dialihkan menjadi kompor listrik.

Sebelumnya diberitakan, kompor gas akan digantikan oleh kompor listrik dari PT PLN yang di bahas di DPR RI.

Namun mendapat penolakan keras oleh anggota komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Mulan Jameela.

Menurutnya, warga kurang mampu malah khawatir program kompor listrik menambah mahal pembayaran rekening listrik.

Dia juga meminta pemerintah membuat kebijakan yang sesuai dengan kondisi ekonomi warga, dimana kebijakan pemerintah jangan sampai menjadi beban bagi warga.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved