Berita Sulbar

FKPT Sulbar Libatkan Perempuan Cegah Merebaknya Paham Radikalisme dan Terorisme

Ketua FKPT Sulbar, Muhammad Imran Idris mengatakan hasil riset dan kajian yang telah dilakukan, pengguna sosial media di Sulbar di dominasi oleh perem

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
FKPT Sulbar gelar workshop libatkan perempuan dalam menangkal paham radikalisme dan terorisme di aula hotel Berkah Jl Soekarno Hatta Kelurahan Karema, Mamuju, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat (Sulbar) melibatkan perempuan dalam upaya pencegahan paham radikal di masyarakat.

Lewat workshop perempuan teladan, Optimis dan Produktif (TOP) mengusung tema viralkan perdamaian dalam pencegahan radikalisme dan terorisme.

Berlangsung di aula hotel Berkah Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Karema, Mamuju, Rabu (28/9/2022).

Ketua FKPT Sulbar, Muhammad Imran Idris mengatakan hasil riset dan kajian yang telah dilakukan, pengguna sosial media di Sulbar di dominasi oleh perempuan.

"Dimana perempuan menggunakan sosial media dengan persentase 78 persen, sehingga sangat rentan terhadap faham radikalisme," terang Muhammad Imran Idris dalam sambutanya.

Belum lagi lanjut dia, indeks potensi radikalisme cenderung lebih tinggi dikalangan perempuan.

Untuk itu ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai paham radikal dan terorisme itu.

"Salah satunya dengan cara workshop atau sosialiasi ini, yang menghadirkan para kaum perempuan, dan mahasiswi ini," pungkasnya.

Ia pun berharap para peserta yang hadir dapat mengikuti secara keseluruhan materi-materi yang dihadirkan dalam workshop itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Sulbar, Djamilah turut mengapresiasi sosialisasi tersebut.

Djamilah menjelaskan isu radikalisme dan terorisme yang merebak dikalangan perempuan bukanlah hal yang baru.

Dikatakan penduduk Sulbar sendiri terdiri dari 49 persen perempuan, dan 59 persen laki-laki.

"Sehingga para kaum perempuan cukup potensial dalam pusaran terorisme, isu ini bukanlah hal baru dikalangan perempuan," terang Djamila dalam sambutannya.

Ia menjelaskan selain isu paham radikalisme dan terorisme, kekerasan terhadap perempuan juga marak terjadi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved