SAQBE 2022

Bank Indonesia Gelar SAQBE 2022, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Barat

Saqbe 2022 mengangkat tema "Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sulbar di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global".

Penulis: Kamaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Kamaruddin
Saqbe 2022 di ballroom hotel sinar mas, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Selasa, (27/9/2022). (Kay) 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar seminar atau talk show yang diberi nama Sandeq Business And Economics Forum atau SAQBE 2022.

Seminar tersebut dilaksanakan di Ballroom hotel sinar mas, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Selasa, (27/9/2022).

Saqbe 2022 mengangkat tema "Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sulbar di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global".

Kepala BI Perwakilan Sulbar, Hermanto mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulbar berada di angka 2,13 persen.

Sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5 persen.

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulbar sebelum covid berada di angka 6 persen.

"Maka kita perlu dorong paling tidak mendekati pertumbuhan ekonomi nasional karena sebelum covid berada di angka 6 persen dan saat ini di angka 2,13 persen. Saya kira perlu usaha bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi" ungkapnya.

Dikatakan dampak pertumbuhan ekonomi yang melambat mengakibatkan banyaknya kemiskinan dan pengangguran.

Hermanto mengungkapkan, salah satu kendalanya adalah faktor investasi.

"Kendala pertama diskusi tadi yakni investasi yang kedua konektifitas yang masih perlu ditingkatkan karena seorang investor pasti melihat juga masalah kemudahan termasuk juga konektivitas dari provinsi lain ke Sulbar" ucapnya.

Selain itu, pengembangan sumberdaya manusia di Sulbar juga dinilai masih perlu ditingkatkan.

Dia menambahkan, faktor lainnya adalah ekspor, pemerintah kita masih tergantung CPO.

Menurutnya, kapasitas pengusaha yang bergerak di komoditas lain juga penting ditingkatkan untuk bisa langsung ekspor.

"Penting juga meningkatkan kapasitas pengusaha komoditas lain untuk bisa langsung ekspor, karena belum banyak yang tercatat atas nama pengusaha Sulbar," katanya.

"Kita ekspor komoditas disini tapi masih diekspor oleh eksportir dari luar Sulbar sehingga tercatat di luar Sulbar,"sambung.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved