Akibat Gempa Bumi, Dinding Gedung MA Ainun Sahab Mamuju Miring, Siswa Terpaksa Belajar Online

Pantuan Tribun-Sulbar.com, nampak bangunan gedung sudah miring dan mengalami keretakan pada bagian dinding.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Kondisi Bangunan sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ainun Sahab di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami retak dan kemiringan akibat gempa Magnitudo (M) 4,5 yang mengguncang Mamuju Tengah (Mateng), Senin (26/9/2022) kemarin. 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Bangunan sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ainun Sahab, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami retak dan miring akibat gempa Magnitudo (M) 4,5 yang mengguncang Mamuju Tengah (Mateng), Senin (26/9/2022) kemarin.

Akibatnya siswa harus belajar secara online atau daring karena takut bangunan sekolah tersebut ambruk.

Pantuan Tribun-Sulbar.com, nampak bangunan gedung sudah miring dan mengalami keretakan pada bagian dinding.

"Kita putuskan untuk daring dulu proses belajar mengajar. Karena kondisi bangunan retak dan miring," kata Guru MI Ainun Sahab Indra Wulang kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Sejumlah sisi bangunan MI Ainun Sahab mengalami keretakan akibat gempa yang mengguncang Mateng pada Senin malam sekitar pukul 03.43 Wita dini hari.

Getaran gempa turut dirasakan di Mamuju termasuk gedung sekolah MI yang berada di kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro tersebut.

Indra mengaku, sekolah yang berada di pesisir pantai itu terdampak karena pusat gempa berada di laut.

Akibat gempa, satu ruangan kelas nampak miring ke sisi dalam ruangan dan sisi bangunan retak hingga tembus ke dalam ruangan.

Kata dia, sebelumnya gedung sekolah tidak mengalami keretakan, namun pada saat gempa dini hari kemarin gedung mengalami keretakan.

"Paginya guru-guru lihat gedung ada kemiringan sekian derajat ke dalam dan tembok juga retak. Kemungkin karena sekolah berada di pesisir pantai jadi terasa," imbuh Indra.

Kendati demikian, tidak semua kelas menjalani proses belajar mengajar secara online.

Pasalnya kemiringan bangunan hanya menimpa satu kelas, namun pihak sekolah masih khawatir jika kembali terjadi gempa yang menimbulkan dampak lebih besar.

"Satu kelas kita kasi daring karena ituji ruangan yang miring ke sisi dalam termasuk pembatas dinding dalam ruangan miring, tetapi kita antisipasi, karena kalau ada gempa lagi bisa bahaya juga siswa dan guru-guru disini," bebernya.

Indra menambahkan, proses belajar mengajar daring akan dilakukan sampai kondisi gedung sekolah telah diperbaiki.

"Sudah kita komunikasikan sama yayasan. Sementara kelas satu itu dulu daring, karena takut juga kita kalau mau pakai kelas yang sudah miring begitu," pungkasnya.(*)

Laporan Wartwan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved