Beasiswa Manakarra

Nasib Lukman Umar Kepala Ombudsman Sulbar Penerima Beasiswa Manakarra di Ujung Tanduk

Irfan menambahkan, tim riksa Ombudsman RI sedang mendalami kasus yang menyangkut Kepala perwakilan Ombudsman Sulbar.

Penulis: Zuhaji | Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Zuhaji
Kepala Ombudsman Perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar), Lukman Umar saat disambangi ke kantor perwakilan Ombudsman di Jl. Soekarno Hatta, Karema, Mamuju, Sulbar, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Gegara terima Beasiswa Manakarra senilai Rp30 juta, nasib Lukman Umar sebagai Kepala Ombudsman Sulawesi barat (Sulbar) di ujunug tanduk.

Baru-baru ini dia dipanggil ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan oleh Ombudsman pusat, lantaran Lukman dinilai telah melanggar kode etik ombudsman.

Sebagai lembaga pengawas kebijakan, tak seharusnya jajaran ombudsman menerima apapun itu yang diduga akan menjurus kepada gratifikasi, atau bahkan potensi KKN.

Baca juga: Polemik Beasiswa Manakarra, Akriadi Ingatkan Bupati Mamuju Jangan Kambing Hitamkan Orang Lain

Baca juga: Lukman Umar Terima Beasiswa Manakarra, Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ombudsman Sulbar Menurun?

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala perwakilan Ombudsman Sulbar, Irfan Gunadi menuturkan saat ini Lukman Umar sudah berada di Sulawesi Barat.

"Dari informasi yang saya terima, sempat terjadi beberapa kendala tapi sudah diperiksa dan masih dalam proses pemeriksaan," kata Irfan saat disambangi di kantor perwakilan Ombudsman Sulbar, Jl Soekarno Hatta, Karema, Mamuju, Senin (26/9/2022).

Pihaknya saat ini masih menunggu hasil dari tim riksa Ombudsman.

Dia menambahkan, tim riksa Ombudsman RI sedang mendalami kasus yang menyangkut Kepala perwakilan Ombudsman Sulbar.

"Mungkin masih mencari beberapa informasi terkait itu," ujarnya.

Irfan belum dapat memastikan apakah Lukman Umar nantinya akan menjalani sidang etik atau tidak.

"Kita tidak bisa menerka-nerka, karena ini baru sepekan dan bisa saja akan terus berjalan sampai satu bulan ke depan bahkan bisa lebih," jelas Irfan.

Namun, dirinya memastikan kantor perwakilan Ombudsman Sulbar akan terus beroperasi sekalipun belum ada penetapan status Lukman Umar.

"Tentunya ini untuk pelayanan publik, jadi kita akan terus bekerja normal seperti biasanya," ucap Irfan.

Sebelumnya, Kepala ORI Mokhammad Najih mengatakan dewan etik masih terus melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bahan keterangan.

"Bahan keterangan masih kami kumpulkan terkait dugaan pelanggaran etik yang dilanggar Ombudsman perwakilan Sulbar," terangnya.

Diketahui, Lukman Umar menerima beasiswa Manakarra senilai Rp30 juta yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Sulbar.

Ia diduga melanggar kode etik, dalam peraturan Ombudsman nomor 40 tahun 2019 etik dan perilaku. (*)

Laporan Wartawan Tribunsulbar.com Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved