Kemenkumham Sulbar

KAkanwil Faisol Ali Sebut Mobile IP Clinic Permudah Masyarakat Daftar Kekayaan Intelektual

Mobile IP Clinic memberikan manfaat besar dalam memberikan kemudahan layanan Kekayaan Intelektual (KI)  kepada Masyarakat.

Editor: Ilham Mulyawan
Kemenkumham Sulbar
Kakanwil kemenkumham Sulbar Faisol Ali mengatakan Mobile IP Clinic memberikan manfaat besar dalam memberikan kemudahan layanan Kekayaan Intelektual (KI)  kepada Masyarakat. 

 


TRIBUN-SULBAR.COM - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, Faisol Ali mengapresiasi penyelenggaraan Mobile IP Clinic (MIC) sebagai Inovasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Menurut Faisol Ali, penyelenggaraan Mobile IP Clinic memberikan manfaat besar dalam memberikan kemudahan layanan Kekayaan Intelektual (KI)  kepada Masyarakat.

"Berkat Mobile IP Clinic, pendaftaran Festival Sandeq sebagai bagian dari Kekayaan Intelektual dari Sulawesi Barat dapat terlindungi secara hukum," ujar Faisol.

Faisol Ali menilai, Festival Sandeq sudah resmi terlindungi secara hukum sebagai bagian dari Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Sulawesi Barat.

Sementara itu, saat penutupan Mobile IP Clinic secara virtual yang diikuti Kakanwil Kemenkumham Sulbar, Faisol Ali bersama jajaran Kemenkumham di seluruh Indonesia, Plt Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu berharap Mobile IP Clinic bisa menjadi jembatan kerja sama dan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, universitas, UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas KI di Indonesia.

Razilu mengatakan penyelenggaraan Mobile IP Clinic mencatatkan penambahan 141 perjanjian kerja sama selama dan setelah MIC berlangsung.

Razilu mengungkap bahwa permohonan kekayaan intelektual di Indonesia tercatat meningkat 25 persen pada 2022 dibanding tahun sebelumnya.

Hal itu merupakan dampak besar pelaksanaan Klinik Kekayaan Intelektual Bergerak atau Mobile Intellectual Property Clinic (MIC) yang telah diselenggarakan di 33 provinsi di Indonesia.

“Pada Januari-September 2021, ada 109.721 permohonan kekayaan intelektual (KI). Sedangkan pada tahun ini, Januari sampai 19 September saja jumlah permohonannya mencapai 136.131 permohonan,” terang Razilu.

Peningkatan permohonan ini rata-rata dapat dilihat di permohonan merek dan hak cipta.

Menurut Razilu, ini juga merupakan dampak positif dari sosialisasi Persetujuan Otomatis Pencatatan Hak Cipta (POP HC) yang drastis.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved