Pelabuhan Feri Mamuju

Sempat Tutup Karena PMK, Hewan Ternak Kembali Bisa Dikirim Melalui Pelabuhan Feri Mamuju

Meski sudah diperbolehkan, tetapi untuk hari ini, tak ada satu pun hewan ternak berkuku yang dikirim melalui Pelabuhan Feri Mamuju.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Zuhaji/TribunSulbar.com
Ilustrasi - Persiapan Keberangkatan KM Laskar Pelangi di Pelabuhan Feri Mamuju, Jl Martadinata, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (30/7/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pengiriman hewan ternak di Pelabuhan Feri Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) kembali di buka, setelah sempat lockdown atau tertutup disebabkan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK).

Meski sudah diperbolehkan, tetapi untuk hari ini, tak ada satu pun hewan ternak berkuku yang dikirim melalui Pelabuhan Feri Mamuju.

Sepeti terpantau di halaman Pelabuhan Feri Jl Martadinata, Kelurahan Simboro, Jumat (23/9/2022).

Dimana saat ini jadwal kapal Feri rute Mamuju Balikpapan tersedia, berangkat sore hari.

Petugas Karantina Pertanian Mamuju, hanya memeriksa buah durian dan ayam yang hendak dikirim.

Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono mengatakan pada 4 Juli 2022 lalu, Sulbar telah lockdown.

Itu setelah ditemukannya kasus PMK di Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa, 12 ekor kerbau harus dipotong bersyarat.

Pengiriman dan pemasukan ternak dari dan keluar pulau pun sempat di tutup untuk menekan penyebaran kasus PMK.

"Terbaru ada relaksasi dari BNPB yang memperbolehkan pengiriman ternak dari zona merah ke daerah zona merah, seperti  Sulbar dan Kaltim sekarang berstatus zona merah," terang Agus Karyono.

Dijelaskan syarat yang harus dipenuhi minimal hewan ternak berkuku harus vaksin pertama.

Serta harus melalui masa karantina selama 14 hari, dan melalui serangkaian uji laboratorium.

Juga ternak yang hendak dikirim harus memiliki surat keterangan kesehatan hewan.

Surat itu dapat diurus di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Sulbar, bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Agus menambahkan bahwa sejauh ini Sulbar telah nol kasus sejak enam Agustus 2022 berkat kinerja tim satgas.

"Kita optimis PMK bisa dikendalikan menyasar vaksinasi mencapai 70 persen dari total ternak sehingga PMK di Sulbar jadi endemis," lanjutnya.

Dengan dibukanya kembali pengiriman hewan ternak, ekonomi  masyarakat di Sulbar kembali dapat berjalan lancar.

Para petugas di Pelabuhan Feri pun gencar memberitahukan informasi itu kepada seluruh peternak.

Dimana sebelumnya Pelabuhan Feri Mamuju, selalu ramai ditempati mengirim sapi, kambing, babi, kerbau dan hewan berkuku lainya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved