OPINI

Puskesmas Campalagian Jadi Sorotan Pasca Jenazah Ditandu Bukti Pengelolaan Tidak Becus

Bobroknya pelayanan di Puskesmas Campalagian adalah lagu lama bagi masyarakat setempat yang selama ini hanya dinyanyikan dengan suara lirih

Editor: Ilham Mulyawan
ist
Aco Aswad,pegiat literasi Campalagia 

Oleh: Aco Aswad
Pegiat Literasi

TRIBUN-SULBAR.COM - Aksi demonstrasi di depan Puskesmas Campalagian sedang marak terjadi, menuntut pencopotan kepala puskesmas.

Hal ini merupakan buntut dari kekesalan masyarakat setempat atas kasus Jenazah warga Desa Laliko yang ditandu menggunakan sarung dan sebatang bambu dari puskesmas campalagian ke rumah duka sejauh beberapa kilometer beberapa hari lalu.

Sehari sebelumnya Himpunan mahasiswa Islam Cabang Polewali Mandar telah menggelar aksi dengan tuntutan yang sama di Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar.

Kejadian ini berawal dari jenazah yang bernama almarhum Darwis di tandu menggunakan beberapa lembar sarung dan sebatang bambu dari Puskesmas Campalagian menuju kediamannya di Dusun Labuang Desa Laliko, Campalagian Kab. Polman sejauh beberapa kilometer.

Cucu almarhum, Acha mengonfirmasi kepada wartawan tribun sulbar kejadian tersebut1. Ia menceritakan bahwa kakeknya di rawat di Puskesmas Campalagian selama dua hari sebelum meninggal karena menderita sesak nafas dan maag. Ia pun mengaku jenazah almarhum ditandu karena ambulans Puskesmas tidak ada.

Menurut hasil wawancara reporter tribun sulbar yang di muat kanal youtube Tribun Sulbar Official2, keluarga almarhum kecewa dengan pelayanan puskesmas Campalagian.

Mulai dari respon petugas sebelum pasien meninggal yang terkesan santai saat keluarga pasien menanyakan kondisi pasien dan kurangnya usaha petugas untuk mengantarkan jenazah almarhum pasien ke rumah duka.

Menurut kesaksian keluarga, petugas puskesmas menolak mengantar jenazah ke rumah duka dengan alasan ambulans yang tersedia akan digunakan merujuk pasien ke RSUD Polewali dan juga ambulans tersebut bukan peruntukan pengantaran jenazah.

Keluarga pasien kecewa dikarenakan tidak adanya kebijaksanaan dengan pertimbangan atas nama kemanuasiaan dari pengelola puskesmas untuk memulangkan jenazah ke rumah duka menggunakan ambulansnya. Karena kalau melihat alasan akan digunakan untuk merujuk pasien, jeda waktu dari meninggalnya pasien dan ambulans merujuk pasien lain itu cukup lama.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved