Manchester United

Manchester United Merugi Rp1,9 Triliun di Musim 2021/2022, Tiarap di Jendela Transfer Januari 2023

Man United alami kerugian sebesar Rp1,9 triliun di musim 2021/2022. Dikarenakan biaya pengeluaran untuk gaji naik 19,1 persen.

AFP/OLI SCARFF
Cristiano Ronaldo (kiri) dan Bruno Fernandes (kanan) tampak kecewa pada laga Grup E Liga Europa 2022-2023 yang mempertemukan Man United vs Real Sociedad di Stadion Old Trafford, Jumat (9/9/2022) dini hari WIB. Hasil Man United vs Real Sociedad adalah 0-1 untuk kemenangan tim tamu. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Manajemen Manchester United memberikan sinyal jika mereka tak akan aktif di jendela transfer musim dingin pada Januari 2023 mendatang.

Hal dilakukan karena Manchester United mengalami kerugian sebesar 115 juta poundsterling atau setara dengan Rp 1,9 triliun di musim 2021/2022.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya, angka kerugian tersebut naik sebesar 23 juta poundsterling atau Rp389 miliar.

Dikutip dari CBS Sport pada Jumat (23/9/2022), apabila dihitung per pekan maka Manchester United mengalami kerugian sebesar 2 juta pounds.

Selain mengalami kerugian, jumlah utang bersih Manchester United juga naik dari 419,5 juta pounds pada 2021 menjadi 514,9 juta pounds tahun ini, meningkat lebih dari 22 persen.

Meski mengalami kerugian, pendapatan Manchester United naik 18 persen sebesar 89,1 juta pounds.

Jadon Sancho mencoba menguasai bola dalam pertandingan Manchester United vs West Ham pada putaran ketiga Piala Liga Inggris 2021-2022 yang digelar di Stadion Old Trafford, 22 September 2021.
Jadon Sancho mencoba menguasai bola dalam pertandingan Manchester United vs West Ham pada putaran ketiga Piala Liga Inggris 2021-2022 yang digelar di Stadion Old Trafford, 22 September 2021. (kompas.com)

Baca juga: Jadon Sancho Tak Dipanggil Timnas Inggris, Rio Ferdinand Pertanyakan Kemampuan Gareth Southgate

Baca juga: Kerap Dihujat! Beda Nasib Raphael Varane dan Harry Maguire Saat Bela Man United

"Hasil keuangan kami untuk tahun fiskal 2022 mencerminkan pemulihan dari pandemi, kembalinya penggemar secara penuh dan kemitraan komersial baru yang diimbangi dengan peningkatan investasi dalam skuat pemain."

"Hasil kami telah terpengaruh oleh tidak adanya tur musim panas pada Juli 2021, bahan yang luar biasa dan biaya utilitas yang meningkat, dan dampak melemahnya poundsterling pada biaya keuangan nontunai kami," kata Kepala Keuangan, Cliff Baty.

Salah satu penyebab Manchester United mengalami kerugian adalah transfer Cristiano Ronaldo, Raphael Varane dan Jadon Sancho yang membuat biaya pengeluaran untuk gaji naik sebesar melonjak 19,1 persen atau 61,6 juta pounds menjadi 384,2 juta pounds.

Jumlah gaji tersebut melampaui rekor pengeluaran gaji Premier League yang sebelumnya dipegang Manchester City sebesar 355 juta pounds.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved