Imam Masjid Cabul

Korban Pencabulan Imam Masjid di Mamuju Belum Butuh Pendampingan Psikologi, Tidak Trauma

Kondisi korban pencabulan imam masjid secara psikologi atau kejiwaan tidak mengalami trauma dan sekarang baik-baik saja.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Munawwarah Ahmad
ist
IC, Imama Masjid pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur di Mamuju 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mamuju, belum mengetahui kondisi kejiwaan korban pencabulan anak di bawah umur di Mamuju.

Diketahui, korban gadis inisial D (16) dicabuli salah seorang imam masjid di Mamuju inisial IK (35) di sebuah kamar wisma.

Kepala Dinas PPPA Mamuju Masyitah Syam mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pendampingan terhadap korban.

Namun, kondisi korban secara psikologi atau kejiwaan tidak mengalami trauma dan sekarang baik-baik saja.

"Yang lebih tahu itu pihak Polres karena orangtua korban langsung melapor ke polisi. Tapi kita tetap lakukan pendampingan," ungkap Masyitah saat dihubungi Tribun-Sulbar.com via telepon, Jumat (23/9/2022).

Kata Masyitah, korban juga tidak membutuhkan penanganan psikologi tapi sudah diserahkan kepada keluargnya.

Meski tim PPPA sudah menawarkan pemeriksaan kesehatan atau psikologi akan tetapi korban tidak membutuhkan sejauh ini.

"Katanya (korban) tidak perlu," singkat dia.

Menurutnya, biasanya kasus yang diperiksa psikologinya itu ketika korban merasa benar-benar mengalami pelecehan atau pemaksaan.

"Ini kan sikassei (Suka sama suka) jadi ranah kita kembalikan kepada keluarga dan kasus ini juga masuk dalam undang-undang perlindungan anak," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved