TNI Aniaya Warga

KENAPA? Tentara Jaga 24 Jam Ruang Perawatan Warga Sipil Dianiaya TNI Gara-gara Cemburu

Pihak keluarga korban saat ditemui di rumah sakit mengatakan, hampir selama 24 jam polisi dan tentara menjaga ruang perawatan tersebut.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Kamaruddin
Kapolres Polman Agung Budi Leksono melihat kondisi korban AM (40) di rumah sakit umum Hajjah Andi Depu Rabu, (21/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Ruang perawatan korban penganiayaan oleh oknum TNI di Polman dijaga ketat oleh aparat.

Saat ini, korban tersebut dirawat di ruang Mawar rumah sakit Hajjah Andi Depu Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Jumat, (23/9/2022).

Pihak keluarga korban saat ditemui di rumah sakit mengatakan, hampir selama 24 jam aparat menjaga ruang perawatan tersebut.

"Setiap malam hampir 24 jam tentara sama polisi disini jaga" katanya.

Dandim 1402, Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi mengatakan personil koramil 04 Tinambung bergantian menjaga korban.

Hal tersebut kata dia dilakukan sebagai tanggung jawab pihak TNI untuk memastikan kondisi kesehatan korban.

"Iya anggota kami koramil 04 Tinambung juga ikut menjaga dan memastikan kondisi kesehatan korban karena juga merupakan tanggung jawab kami sebagai pihak TNI" ucapnya.

Sebagai informasi, kondisi korban saat ini masih memprihatinkan.

Korban masih belum sepenuhnya bisa membuka matanya.

Kata pihak keluarga, mata kanan korban masih belum bisa terbuka karena terdapat luka lebam parah.

Sementara mata kirinya sudah bisa terbuka namun masih sulit untuk melihat.

Korban masih menjalani perawatan intensif dari dokter, dan terbaring lemas di ruang perawatan.

Ibu korban mengatakan, saat ini anaknya sudah bisa makan namun hanya nasi bubur.

Pelaku oknum TNI Kodim 1402 Polman berinisial A saat ini ditahan di markas Kodim.

Dia juga dikabarkan sedang menjalani pemeriksaan oleh Datasemen Polisi Militer (Denpom) Pare-pare. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved