HUT Sulbar

MENGENAL Baju Adat Kalumpang, Dipakai Akmal Malik di HUT Sulbar, Proses Tenunnya Butuh Waktu Lama

Dulu selain dibuat untuk kebutuhan sendiri, pakaian adat tenun ikat ini juga menjadi alat tukar bernilai tinggi

Penulis: Ilham Mulyawan | Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Hablu Hambali
Penjabat Gubernur Akmal Malik (kedua dari kiri) tiba di DPRD Sulbar Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar. Terlihat juga mantan gubernur Sulabr Ali Baal Masdar memakai kacamata masker putih. 

Dimana semua proses pengerjaannya dilakukan dengan tangan atau ditenun dengan menggunakan alat-alat tradisional lainnya.

Dibutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan-bulan untuk memproduksi sehelai kain tenun ikat sekomandi tersebut.

Sehingga kain tenun ini biasanya dijual dengan harga tinggi, hingga puluhan juta rupiah.

Tenun Ikat Kalumpang biasanya dilakukan dengan beberapa tahapan.

Pertama dilakukan proses pemintalan benang dari kapas yang biasanya diambil dari tanaman kapas, yang ditanam penduduk desa di wilayah Kalumpang.

Kedua adalah proses mengikat kumpulan benang yang merupakan salah satu teknik sebelum benang diwarnai.

Ketiga pewarnaan.

Bahan perekat warna yang digunakan terdiri dari cabe, kemiri, lengkuas, jahe dan kluwak.

Sementara itu, bahan rendaman kain yang dipakai terbuat dari pohon palli atau sejenis kulit kayu.

Guna menciptakan motif tertentu, sang penenun sebelumnya tidak membuatkan pola atau sketsa pada benang yang diikat pada katadan.

Namun menurut Marlin, pembuatan pola motif dan sketsa terjadi dalam pikiran dan imajinasi penenun.

Motifnya pun beragam jenisnya dan memiliki makna.

Sebut saja Motif Ba'ba diata, Lele Sepu Ulu Karua lepo, Ulu Karua Barinni Pori dappu, Tosso' Balekoan, Tonoling, dan motif Toboalang.

Tak sampai disitu, setelah motif terbentuk maka dilakukan pewarnaan merah dari akar kayu Mengkudu.

Benang bermotif tersebut dimasak kemudian dicuci dan dijemur hingga kering.

Setelah kering lalu dimasukkan kembali ke dalam Katadan, untuk diikat kedua kalinya.

Tahap terakhir proses penenunan kain.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved