Jenazah Ditandu

Fungsi Manajerial Kepala Puskesmas Campalagian Disebut Gagal

Buntut jenazah ditandu, Puskesmas Campalagian mendapatkan banyak sorotan, fungsi manejerial kepala puskesmas disebut gagal hingga muncul tuntut copot.

Editor: Nurhadi Hasbi
Aco Aswar
Aco Aswar 

"Kan sebenarnya ada dua Pasien yang akan di rujuk, cuma yang satunya meninggal, terpaksa didahulukan pasien yang satunya untuk dirujuk karena saturasinya menurun"

Pada pewarta media berita online yang sama, Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya mencari ambulans alternatif bersama Kepala Desa setelah mendapat telepon dari Lurah setempat tentang adanya pasien meninggal dan membutuhkan kendaraan untuk dibawa ke rumah duka di Desa Laliko yang jaraknya beberapa kilometer.

Di lain pihak, Camat Campalagian ikut angkat bicara.

Menurutnya kejadian ini sangat disayangkan dan mempertanyakan kenapa Kepala Puskesmas pada saat kejadian tidak berkoordinasi kepada Dia selaku kepala pemerintahan kecamatan Campalagian.

"Kejadian ini saya sangat sayangkan ,kenapa juga kepala puskesmas setempat tidak menghubungi saya sehingga saya selaku kepala.pemerintaahan kecamatan akan mengusahakan mobil, apapun itu pak saya pasti usahakan meski harus gunakan mobil dinas kecamatan"

Dari berbagai keterangan di atas tentunya kemudian menimbulkan beberapa pertanyaan.

Kenapa Pada hari kejadian keluarga tidak diperkenankan menggunakan ambulans?

Dari klarifikasi kepala dinas kesehatan dan kepala puskesmas dibandingkan dengan keterangan keluarga pasien pada saat hari kejadian tentunya menimbulkan kesimpangsiuran, kemudian menyebut seakan menyalahkan warga yang tidak sabaran.

Kenapa warga dan keluarga almarhum tidak sabar? Apakah ada yang menyulut emosinya? Apakah petugas yg memancing emosi warga?

Dimana Kepala Puskesmas Selaku Penanggung Jawab Penuh Pelayanan Puskesmas pada saat warga membutuhkan titik terang sampai kapan harus menunggu?

Konon dari informasi yang beredar luas di sebahagian masyarakat setempat, pada saat kejadian sementara berlangsung pertandingan bola antar desa di lapangan salah satu Desa kecamatan Campalagian.

Kepala Puskesmas sedang berada di lapangan mendampingi tim p3k Puskesmas dan tak kunjung menampakkan diri ke Puskesmas saat terjadi adu argumen antara warga dan petugas kesehatan.

Viralnya kasus Jenazah di Tandu inipun membuat masyarakat kembali membuka tabir gelap dosa-dosa lama Pelayanan Puskesmas yang amburadul.

Termasuk disinyalir adanya penyalahgunaan wewenang kepala puskesmas trsbt dalam pembagian insentif covid 19 kepada nakesnya yang tak kunjung ada titik terang sampai hari ini.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved