Jenazah Ditandu

Fungsi Manajerial Kepala Puskesmas Campalagian Disebut Gagal

Buntut jenazah ditandu, Puskesmas Campalagian mendapatkan banyak sorotan, fungsi manejerial kepala puskesmas disebut gagal hingga muncul tuntut copot.

Editor: Nurhadi Hasbi
Aco Aswar
Aco Aswar 


Keluarga pasien kecewa dikarenakan tidak adanya kebijaksanaan dengan pertimbangan atas nama kemanuasiaan dari pengelola puskesmas untuk memulangkan jenazah ke rumah duka menggunakan ambulansnya.


Karena kalau melihat alasan akan digunakan untuk merujuk pasien, jeda waktu dari meninggalnya pasien dan ambulans merujuk pasien lain itu cukup lama.

“Itu ambulans rujukan lama baru berangkat, sedangkan ini yang orang mati sekitar jam setengah empat meninggal. Perhitungan berapa jam itu kasian, setengah enam kemungkinan kita (menandu) berangkat di sana (meninggalkan puskesmas)," papar keluarga almarhum Darwis saat diwawancara reporter tribun sulbar.

Dari pemantauan penulis di berbagai lini masa media sosial terkait viralnya kejadian ini, Tak sedikit warga net yang kemudian berkomentar pedas, menyalahkan petugas dan bobroknya pelayanan di puskesmas campalagian.

Tak ayal kemudian tenaga kesehatan atau dalam hal ini pelaksana tugas pelayanan kesehatan menjadi bulan-bulanan warganet.

Birokrat cuci tangan berjamaah; Warga Tidak Sabaran?

Selang sehari setelah kejadian jenazah di tandu tersebut yang viral dan pelayanan puskesmas menuai banyak komentar dan kecaman, Dinas kesehatan Kabupaten Polewali Mandar angkat bicara saat di wawancarai oleh tribun sulbar.

Andi Suaib Nawawi selaku kepala dinas kesehatan menerangkan bahwa dia sudah menelpon kepala puskesmas campalagian.

Kepala Puskesmas sementara berupaya mencari alternatif bersama kepala Desa Laliko karena mobil ambulans Puskesmas yang sedia pakai sedang digunakan merujuk pasien ke RSUD Polewali Mandar.

Namun, warga bersama keluarga pasien tidak sabaran.

"Kalau mobil ambulans itu sementara merujuk, saya sudah telepon kepala puskesmas katanya sementara mengupayakan mobil jenazah dengan kapala desanya tapi masyarakatnya sudah tidak sabar menunggu ya," terangnya kepada wartawan tribun sulbar saat dimintai tanggapan di kantor Dinas Kesehatan. (19/09/22)

Dalam wawancara tersebut, Ia pun menegaskan bahwa apabila ada pasien yang meninggal dan tidak ada mobil jenasah, boleh saja menggunakan mobil ambulans.

Hal ini di perkuat dari klarifikasi kepala puskesmas campalagian pada editorial9.com salah satu layanan berita online terkait kasus ini.

Hj. Ramlah, S.Kep, Ns selaku kepala puskesmas menjelaskan bahwa pada hari itu (18/09/22) ada dua pasien emergensi sedang dalam proses di rujuk ke RSUD Polewali Mandar.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved