Jenazah Ditandu

Fungsi Manajerial Kepala Puskesmas Campalagian Disebut Gagal

Buntut jenazah ditandu, Puskesmas Campalagian mendapatkan banyak sorotan, fungsi manejerial kepala puskesmas disebut gagal hingga muncul tuntut copot.

Editor: Nurhadi Hasbi
Aco Aswar
Aco Aswar 

TRIBUN-SULBAR.COM - Aliansi OKP dan masyarakat Campalagian yang didalamnya tergabung organisasi mahasiswa, organisasi kepemudaan dan masyarakat turun menggelar aksi demonstrasi di depan Puskesmas Campalagian menuntut pencopotan kepala puskesmas.

Hal ini merupakan buntut dari kekesalan masyarakat setempat atas kasus Jenazah warga Desa Laliko ditandu menggunakan sarung dan sebatang bambu dari puskesmas campalagian ke rumah duka sejauh beberapa kilometer beberapa hari lalu.

Sehari sebelumnya Himpunan mahasiswa Islam Cabang Polewali Mandar telah menggelar aksi dengan tuntutan yang sama di Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

Kronologi kejadian Jenazah ditandu;

Kejadian ini berawal dari jenazah yang bernama almarhum Darwis di tandu menggunakan beberapa lembar sarung dan sebatang bambu dari Puskesmas Campalagian menuju kediamannya di Dusun Labuang Desa Laliko, Campalagian Kabupaten Polman sejauh beberapa kilometer.

Cucu almarhum, Acha mengonfirmasi kepada wartawan tribun sulbar kejadian tersebut.

Ia menceritakan bahwa kakeknya di rawat di Puskesmas Campalagian selama dua hari sebelum meninggal karena menderita sesak nafas dan maag.

Ia pun mengaku jenazah almarhum ditandu karena ambulans Puskesmas tidak ada.

“Katanya pegawai puskesmas rusak mobil ambulansnya, ada bagus tapi katanya bukan pengantar jenazah” tandasnya kepada wartawan tribun-sulbar dalam berita tersebut.

Kejadian ini kemudian viral menuai berbagai komentar maupun kecaman dari warganet.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved