TNI Aniaya Warga

Anggota TNI Kodim 1402 Polman Aniaya Warga Sipil Diproses Hukum

Penganiayaan melibatkan anggota TNI Kodim 1402 Polman sudah ditangani oleh Denpom Parepare.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Kamaruddin
Komandan Kodim 1402 Polmas Letkol Czi Masni Etha Yanuriandhi memberikan keterangan terkait penganiayaan melibatkan anggotanya saat ditemui di Kodim 1402, Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, Kamis, (22/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Oknum anggota TNI Kodim 1402 terlibat tindakan penganiayaan terhadap salah seorang warga sipil di Kabupaten Polman pada Selasa, (20/9/2022) malam.

Komandan Kodim 1402 Polmas Letkol Czi Masni Etha Yanuriandhi, mengatakan bahwa kasus penganiyaan yang melibatkan anggota TNI 1402 sudah di tangani oleh pihak Datasemen Polisi Militer (Denpom).

"Saya sudah melaporkan ke atasan saya Korem 142 dan petunjuk dari beliau bahwa ini segera diselesaikan dan di proses secara hukum" ucap Dandim saat ditemui di Kodim 1402, Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, Polman, (22/9/2022).

Dikatakan kasus yang melibatkan oknum TNI itu sudah ditangani oleh Denpom Parepare.

Denpom Pare-pare dikabarkan telah membentuk tim untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Dandim mengatakan, perbuatan yang dilakukan oleh oknum TNI akan ditindak tegas sebagai pembelajaran bagi anggota TNI yang lain.

"Ini akan diproses secara hukum sebagai pembelajaran juga bagi anggota yang lain bahwa kita ini ada hukum yang harus ditegakkan" ungkapnya.

Selain itu kata dia, pihak Kodim dan Denpom akan terus melakukan koordinasi dengan Polres Polman karena menyangkut warga sipil.

Dandim juga menghimbau kepada seluruh anggota TNI 1402 untuk tidak bertindak gegabah.

"Saya salalu menghimbau setiap kali saya kunjungan bahwa jangan bertindak gegabah, kalau bertindak sesuaikan dengan aturan yang ada kita ini aparat militer yang harus menjadi cermin di masyarakat" pungkasnya.

Oknum anggota TNI Kodim 1402 terlibat tindakan penganiayaan terhadap salah seorang warga sipil di Kabupaten Polman pada Selasa, (20/9/2022) malam.

Pelaku melakukan penganiayaan karena dipicu rasa cemburu, diduga korban menjalani hubungan perselingkuhan dengan istri pelaku.

Diketahui, oknum anggota TNI tersebut berinisial A berpangkat Sersan Mayor.

Oknum pelaku tersebut bertugas di Koramil 04 Kecamatan Tinambung sebagai babinsa.

Sementara korban merupakan warga sipil di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved