Berita Majene

Pemkab Majene Alokasikan 2 Persen APBD untuk Bendung Iflasi Akibat Kenaikan Harga BBM

Kata dia, akumulasi anggaran Kabupaten Majene sendiri itu kurang lebih dua setengah miliar untuk perutukan menangani inflasi nantinya.

Penulis: Masdin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Masdin
Sekda Majene Ardiansyah saat diwawancarai soal inflasi. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE -- Dua persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Majene akan dialokasikan untuk tangani inflasi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal itu dikatakan Sekda Majene Ardiansyah saat ditemui usai rapat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Majene di Ruang Pola Kantor Bupati, Jln Gatot Subroto, Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Majene, Sulbar, Rabu (21/9/2022).

"Sesuai aturan Menteri Keuagan bawa setiap pemerintah kabupaten kota itu menyisihkan anggaran sebesar dua persen," kata Ardiansyah.

Kata dia, akumulasi anggaran Kabupaten Majene sendiri itu kurang lebih dua setengah miliar untuk perutukan menangani inflasi nantinya.

Pasalnya setiap ada kenaikan BBM, maka akan diikuti juga kenaikan harga bahan pokok lainnya.

Perihal dua persen tadi, lanjut mantan Sekda Mamasa itu juga merupakan arahan dari Presiden Jokowi Dodo untuk menekan kenaikan harga atau inflasi di setiap daerah akibat dari kenaikan BBM.

"Sehingga kita (dalam rapat) menghadirkan semua stakholder dan instansi berkolaborasi melaksanakan amanat itu," tambahnya.

Ia mengatakan perlu untuk menyatukan persepsi untuk penanganan inflasi yang terintegrasi, agar melahirkan gagasan dan informasi yang lengkap khususnya dampak dari kenaikan BBM.

Adapun dari akolasi dana tersebut akan disalurkan lewat OPD terkait penanganan inflasi.

OPD tersebut antara lain Dinas Pertanian, Perikanan, Ketahanan Pangan dan Perhubungan.

"Misal Dinas Pertanian menjaga pasokan pertanian, nanti ada bantuan untuk bawang, cabai dan lainnya supaya harga bawang atau cabai ini bisa terkendali, itu salah satu contoh," pungkasnya.

Perihal penyaluran kata Ardiansyah akan diatur dalam pembahasan juknis.

Sementara itu, data Diskoperindag Majene, menyebutkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga sejak harga BBM dinaikan seperti Cabe Rawit yang naik sekira 13 persen, bawang putih naik sekira 3 persen dari harga Rp 26 ribu perkilo menjadi Rp 27 ribu per kilogram.

Juga ikan segar dari Rp 46.000 per kilogram menjadi Rp 48 ribu. Jenis Ikan Layang Rp 33 ribu menjadi Rp 35 ribu perkilogram atau sekira 17 persen.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Masdin

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved