Beasiswa Manakarra

Ombudsman RI Masih Periksa Lukman Umar Dugaan Langgar Kode Etik Usai Terima Beasiswa Manakarra

Kepala Ombudsman Sulbar Lukman Umar dipanggil untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab usai berpolemik lantaran menerima beasiswa Manakarra.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Moh Naji
Kepala Ombudsman RI, Moh Naji menyebut Kepala Ombudsman Sulbar Lukman Umar masih di Jakarta jalani sidang etik terkait beasiswa Manakarra. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) masih terus mengumpulkan bahan keterangan terhadap dugaan pelanggaran etik kepala Ombudsman Sulawesi Barat (Sulbar) Lukman Umar.

Hingga saat ini Lukman Umar masih berada di Jakarta untuk menjalani sidang etik, Rabu (21/9/2022).

Kepala Ombudsman Sulbar Lukman Umar dipanggil untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab usai berpolemik lantaran menerima beasiswa Manakarra.

Kepala ORI, Moh. Naji mengatakan dewan etik masih terus melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bahan keterangan.

Baca juga: Terus Didesak Mundur, Kepala Ombudsman Sulbar Lukman Umar: Saya Mengikuti Aturan

"Bahan keterangan masih kami kumpulkan terkait dugaan pelanggaran etik yang dilanggar Ombudsman perwakilan Sulbar," terang Moh Naji saat dihubungi Tribun-Sulbar.com.

Ia menambahkan adapun waktu yang dibutuhkan dalam pengumpulan informasi selama tiga sampai empat minggu.

Namun ia tak membeberkan dugaan hasil pemeriksaan sementara, terkait kode etik yang dilanggar Lukman Umar.

Lukman Umar sendiri menerima beasiswa Manakarra senilai Rp 30 juta yang kini jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Sulbar.

Ia diduga melanggar kode etik, dalam peraturan Ombudsman nomor 40 tahun 2019 etik dan perilaku.

Di Jakarta, Lukman diberikan kesempatan untuk memberikan hak jawab di dalam sidang etik.

Lukman akan menjelaskan kronologi, kejadian terkait asal mula dirinya menerima beasiswa Manakarra.

Dimana panggilan itu akumulasi dari pemberitaan yang ada dan laporan langsung ke Ombudsman RI.

Majelis etik atau dewan etik akan bekerja untuk melihat, Lukman Umar melanggar atau tidak.

Dimana yang paling menentukan dari penilaian majelis etik ialah bukti dan klarifikasi dari Lukman Umar.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved