Jenazah Ditandu

Bersitegang, Seorang Pria Tak Dikenal Coba Bubarkan Massa Aksi di Depan Puskesmas Campalagian

Seorang pria tak dikenal tiba tiba memasuki kumpulan massa dan mencoba membubarkan aksi mahasiswa yang sementara orasi.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Suasana aksi unjuk rasa di departemen Puskesmas Campalagian. 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Aksi unjuk rasa di depan Puskesmas Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (21/9/2022), bersitegang

Seorang pria tak dikenal tiba tiba memasuki kumpulan massa dan mencoba membubarkan aksi mahasiswa yang sementara orasi.

Pria memakai pakaian kemeja dengan kunci baju terbuka langsung mendatangi massa dan membuang ban bekas yang hendak dibakar para pendemo.

"Mana kepolisian, bantu amankan, " teriak seorang peserta aksi.

Suasana aksi pun diwarnai ketegangan. Meski demikian, aksi yang berlangsung tidak sampai ada kontak fisik.

Terlihat sejumlah anggota Polisi mendatangi pria itu dan mengajaknya keluar dari area massa.

Setelah itu, mahasiswa kembali melanjutkan orasinya. Kedatangan pria itu, tidak hanya sekali.

Disaat mahasiswa hendak kembali melakukan pembakaran ban bekas, pria itu kembali datang dan melontarkan nada ancaman.

Sekedar diketahui mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menyikapi pelayanan Puskesmas yang dinilai buruk.

Hal ini buntut dari seorang pasien Puskesmas yang meninggal ditandu sejauh lima km karena tidak ada ambulans.

Dalam aksi berlangsung, terlihat mahasiswa memblokade jalan Trans Sulawesi Barat, tepatnya di depan Puskesmas.

Akibatnya, pengendara yang melintas terpaksa harus melewati jalur alternatif.

Para mahasiswa juga melakukan pembakaran ban bekas di tengah jalan poros Trans Sulawesi Barat.

Adapun isi tuntutannya, terkait pelayanan publik, minta evaluasi kinerja nakes Puskesmas campalagian, mengusut tuntas masalah pemotongan insentif nakes covid.

Kemudian mendesak atau meminta dinas kesehatan segera pengadaan fasilitas mobil ambulance jenazah dan terakhir mendesak agar Kepala Puskesmas Campalagian dicopot dari jabatannya. (san)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved