Ular Piton

Ular Piton 7 Meter Dikuliti Warga Pasar Baru Mamuju

Lanjut Amri, ular sebesar paha orang dewasa itu sebelumnya ditangkap, pada Minggu (18/9/2022) sekitar pukul 03.00 WITA.

Penulis: Zuhaji | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Zuhaji
Ular sanca atau ular piton (Pythonidae) diambil kulit dan empedunya oleh warga Pasar Baru, Jl Abdul Syakur, Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (19/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Warga Pasar Baru, Jl Abdul Syakur, Kelurahan Karema, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) geger.

Ular sanca atau ular piton (Pythonidae) sepanjang tujuh meter dikuliti.

Amriadi salah satu warga yang berada di lokasi saat ular tersebut dikuliti menuturkan hewan melata itu pertama kali ditangkap oleh Jupri.

"Awalnya ditangkap di dekat rumah Jupri, belakang rumah sakit umum," kata pria yang akrab disapa Amri Gondrong kepada Tribun-Sulbar.com, Senin (19/9/2022) pukul 22.00 WITA.

Lanjut Amri, ular sebesar paha orang dewasa itu sebelumnya ditangkap, pada Minggu (18/9/2022) sekitar pukul 03.00 WITA.

"Dari jam satu malam ditunggu sampai jam tiga, sempat makan anjing terus dimuntahkan, magrib baru dibawa ke sini," jelasnya.

Ular tersebut dibelah untuk diambil empedu dan kulitnya.

Kata Amri empedu ular berkhasiat untuk pengobatan.

"Kalau kulitnya, mau dijual anak-anak," singkat Amri.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Mamuju, Randy Noertadi menuturkan setalah mendapat informasi adanya temuan ular yang viral di media sosial.

Tim Disdamkartan langsung memastikan kebenaran video warga dengan ular yang terlihat sudah mati.

"Sempat ramai di sosmed, jadi saya dan petugas pemadam langsung ke lokasi," ujarnya di Markas Damkar, Jl Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Selasa (20/9/2022) pukul 00.12 WITA.

Setelah itu, Disdamkartan diantar Jupri menuju lokasi pertama kali ditemukan ular yang kebetulan tepat di sebelah rumahnya Jl Angsa, Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Diduga masih ada sekitar empat ekor ular dengan ukuran lebih besar bersarang di sebuah lubang yang ditutupi semak ilalang.

"Terusik habitatnya karena sudah banyak pembangunan, dan cukup membahayakan karena banyak anak-anak bermain," tututnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved