Pemprov Sulbar Batalkan Alokasi Anggaran Pembangunan Bandara Perintis di Polman

Sangat jelas, kata Marigun pembangunan Bandara di Polman semestinya di Kecamatan Tinambung, bukan di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar/Habluddin
Sekprov Sulbar Muhammad Idris saat menyampaikan jawabab gubernur atas penolakan fraksi DPRD Sulbar terkait rencana pembangunan Bandara Perintis di Polman, Senin (19/9/2022) malam. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemprov Sulbar menjawab penolakan fraksi DPRD Sulbar terhadap pembangunan bandar udara (Bandara) perintis di Kecamatan Matakali, Polman.

Jawaban Pj Gubernur Akmal Malik dibacakan langsung Sekprov Muhammad Idris melalui rapat praipurnda di DPRD Sulbar Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Senin (19/9/2022) malam.

"Rencana pematangan lahan dalam proses pengusulan anggaran perubahan, disepakati untuk penundaan pengalokasian anggaran," kata Idris.

Sebab, kata Idris pembangunan bandara perintis berlokasi di Matakali belum tertuang dalam dokumen RT/RW Sulbar tahun 2014-2034.

Sehingga, APBD 2022 tidak lagi dilakukan penganggaran.

"Selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam merencanakan Bandara perintis baik sesuai dengam dokumen RT/RW Sulbar," ungkap Idris

Begitupun, pertimbangan dari aspek sosial dan aspek prioritas.

Sebelumnya, rapat paripurna pandangan fraksi Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun Anggaran 2022 meminta dihentikan pembangunan bandar udara perintis di Matakali, Polman.

Hal tersebut, disampaikan fraksi Golkar yang dibacakan langsung Ketua Komisi IV Marigun di DPRD Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Senin (19/9/2022).

"Perlu kajian terhadap rencana ini dari aspek regulasi, aspek sosial dan aspek prioritas," kata Marigun, saat membacakan pandangan fraksi.

Halaman
123
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved