Kisah Dokter Hewan Isnaniah Bagenda, Pernah Diterkam Anjing Pelacak hingga Ditendang Kuda

Ia mulai bertugas di UPTD Puskeswan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar), sejak tahun 2007 hingga saat ini.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
drh Isnaniah Bagenda
drh Isnaniah Bagenda saat mendatangi salah satu peternak di Kabupaten Polman. 

Tahun 2004 menjadi awal titik terang masa depan sang anak yang masih sempat dihadirinya di Gedung FKH IPB saat mendampingi pengukuhan dokter hewan yang telah dinantikan.

Sebelum bertugas sebagai dokter hewan di Kabupaten Polman, Insniah sempat bekerja pada join company FKH IPB dengan PT. Shigeta Coorp.

"Setelah kepergian sang bapak, keputusan terbaik saya adalah resign dan kembali ke daerah asal dengan mengabdikan diri sebagai ASN pada salah satu kantor pemerintah daerah yang berjarak 4 jam perjalanan dari tanah kelahiran, " tuturnya.

Pada saat itu, menjadi tantangan bagi Insniah karena berada di tengah lingkungan yang baru dengan adat istiadat, budaya serta kebiasaan yang berbeda.

Apalagi tuntutan lingkungan kerja yang mengharuskannya untuk survive dan berjuang mengenalkan peran dokter hewan yang belum banyak dikenal masyarakat saat itu.

Tapi, sebagai dokter hewan satu satunya di kabupaten dengan luas wilayah kerja 16 kecamatan, ia tidak menyia nyiakan kesempatan untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi peternak ataupun masyarakat.

Meski dengan fasilitas yankeswan dari pemerintah daerah sangat terbatas waktu itu, tetapi Isnaniah terus berjuang dengan tidak berkeluh kesah.

Ia terus memanfaatkan setiap peluang dalam peningkatan kapasitas maupun skill sebagai seorang veterinarian.

Serta membangun jejaring komunikasi dengan teman sejawat baik senior maupun junior yang memberikan kontribusi nyata dalam menjawab setiap kendala yang ditemui di lapangan.

Tahun 2007, kata Insniah adalah awal yang baik ketika diberi kesempatan mengikuti Participatory Diseases Surveillance and Response (PDSR),

Program pengendalian penyakit flu burung pada unggas yang diadakan oleh Ditjen PKH bersama FAO bersama dokter hewan dari seluruh propinsi di Indonesia.

Tahun 2009, ia mengikuti TOT MT PDSR dan berkesempatan mengembangkan diri menjadi trainer bagi petugas kesehatan hewan dalam pengendalian HPAI.

Pada 2010, program LN lainnya kembali membangkitkan semangatnya dalam pengendalian penyakit di wilayah kerjanya.

Sebuah program kerjasama pemerintah Indonesia Australia dalam program penguatan layanan kesehatan hewan, dan memilih kabupaten tempatnya bertugas sebagai salah satu pilot project di Sulawesi Barat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved