Jenazah Ditandu

Jenazah Ditandu di Campalagian Buka Kejadian Pertama, Pemuda Minta Dinkes dan Kapus Dievaluasi

Wahyudin mengungkapkan, kejadian seperti itu bukan pertama kali terjadi di puskesmas Campalagian.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Wahyuddin
Pemuda Kecamatan Campalagian, Wahyudin. 

TRIBUN-SULBAR. COM, POLMAN - Jenazah pasien Puskesmas Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat ditandu sejauh 4 km karena tidak ada ambulans, Minggu (18/9/2022), menjadi sorotan publik.

Sorotan juga datang dari salah seorang tokoh pemuda Campalagian, Wahyudin.

Wahyudin menilai pelayanan yang ada di puskesmas Campalagian tidak berjalan dengan semestinya.

"Dengan ini saya mengutuk keras atas pelayanan yang tidak sehat di puskesmas Campalagian," ucapnya kepada Tribun melalui sambungan telepon, Selasa, (20/9/2022).

Wahyudin mengungkapkan, kejadian seperti itu bukan pertama kali terjadi di puskesmas Campalagian.

Dia mengaku, beberapa tahun yang lalu ada kejadian yang sama.

"Bahwa ini juga pernah terjadi pada 4 tahun yang lalu, dimana saya dan keluarga sendiri yang mengalami hal yang sama, padahal ini soal kemanusiaan, dan tentu tidak boleh ada aturan yang menabrak nurani kemanusiaan, karena logika kemanusiaan mana yang dapat menerima seorang mayat berjarak jauh lalu dibiarkan ditandu oleh keluarga mayat dan tidak difasilitasi mobil ambulans dengan dalih mobil ambulans bukan diperuntukkan untuk mayat" ungkapnya.

Dia meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Polewali Mandar, agar mengevaluasi kepala Dinas kesehatan dan kepala puskesmas Campalagian.

"Sebab telah nyata melukai keluarga masyarakat pada umumnya. Karena perlu di ingat pelayanan kesehatan itu tidak hanya soal administrasi tapi lebih dari itu adalah soal pelayanan kemanusiaan. Terbukti, ini terjadi di Puskesmas Campalagian, yang lebih mengutamakan soal aturan administrasi, dibanding pelayanan soal rasa kemanusiaan.Tidakkah aturan itu dibuat untuk kemanusiaan" terangnya.

Sebelumnya, Keluarga almarhum Darwis mengungkapkan kekecewaan dengan Puskesmas Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Pasalnya, Puskesmas tidak menfasilitasi mobil ambulans untuk mengantar jenazah keluarganya ke rumah duka.

"Ada ambulans di sana tapi ambulans rujukan, sementara ambulans mayat ke Makassar," ucap keluarga almarhum, Subaer kepada tribun melalui telepon selulernya, Minggu (18/9/2022).

Kepala dinas kesehatan, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Suaib Nawawi angkat bicara.

Suaib mengatakan, pihak puskesmas Campalagian sudah mengupayakan untuk mencari alternatif mobil ambulans lain untuk membawa jenazah tersebut.

Namun kata dia, keluarga almarhum Darwis tidak sabar menunggu dan akhirnya ditandu sampai ke rumah duka. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved